Berita Sidoarjo
Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana dan KH. Said Aqil Siradj Santuni Ratusan Yatim di Pendapa Delta Wibawa
SIDOARJO, SURYAKABAR.com – Di sepuluh hari terakhir bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, berbagai kegiatan ibadah dan sosial terus digalakkan untuk meraih keberkahan.
Salah satunya yang dilakukan Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana yang mendampingi KH. Said Aqil Siradj dalam pemberian santunan kepada ratusan anak yatim piatu dan duafa yang digelar di Pendapa Delta Wibawa Sidoarjo, Sabtu (14/3/2026).
Kegiatan tersebut diawali tausiyah keagamaan oleh KH. Said Aqil Siradj yang mengingatkan pentingnya manusia menjaga amanah yang telah diberikan Allah SWT.
Dalam ceramahnya, mantan Ketua Umum Nahdlatul Ulama dua periode itu menjelaskan, manusia merupakan makhluk yang dimuliakan karena diberi kepercayaan Allah SWT untuk mengemban amanah di muka bumi.
“Manusia itu makhluk yang paling mulia, karena diberi amanah oleh Allah untuk mengelola bumi. Amanah itu tidak diberikan kepada gunung, bumi, maupun makhluk lainnya, tetapi justru manusia yang menerima dan harus mempertanggungjawabkannya,” ujar Said Aqil.
Namun demikian, ia mengingatkan, manusia juga bisa menjadi makhluk yang paling buruk apabila tidak mampu menjalankan amanah tersebut dengan baik.
Dalam ajaran Islam, kata dia, terdapat dua pilar utama yang menjadi fondasi kehidupan beragama, yakni akidah dan syariat.
“Syariat adalah jalan menuju Allah. Syariat tidak boleh ditambah dan tidak boleh dikurangi. Tugas kita adalah menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya,” jelasnya.
Selain itu, Said Aqil juga menekankan pentingnya ilmu sebagai dasar dalam menjalankan kehidupan, termasuk dalam memimpin dan membangun daerah.
Menurutnya, setiap keputusan dan tindakan harus dilandasi dengan ilmu pengetahuan yang benar agar tidak menimbulkan kesalahan.
“Kalau ingin membangun Sidoarjo dengan baik, harus dengan ilmu. Kebenaran yang hak harus didasari dengan ilmu dan harus ditegakkan. Jangan berbicara jika tidak memiliki ilmu,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Mimik Idayana mengatakan, tausiyah tersebut menjadi pengingat bagi dirinya mengenai beratnya tanggung jawab seorang pemimpin dalam menjaga amanah masyarakat.
“Bahwa tugas seorang pemimpin sangat berat dalam menjaga amanah dari warga. Selain taat dan patuh terhadap semua perintah-Nya, kita sebagai hamba-Nya harus semaksimal mungkin menjauhi semua larangan-Nya. Ini yang harus kita pedomani sebagai seorang pemimpin daerah,” kata Mimik.
Ia menambahkan, setiap perbuatan manusia di dunia pada akhirnya akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT. Karena itu, ia menegaskan komitmennya untuk terus mendedikasikan diri sebagai pelayan masyarakat Sidoarjo.
“Semua yang kita lakukan di muka bumi ini kelak di hadapan Allah SWT akan kita pertanggungjawabkan. Untuk itu kami akan mendedikasikan diri sebagai pelayan warga Sidoarjo. Yang paling berat adalah menata hati kita, agar semua yang kita lakukan semata-mata karena Allah SWT,” tutupnya. (sat)


