Berita Banyuwangi
Pasar Takjil Ramadhan, Ngerandu Buko Suguhkan Aneka Kuliner Khas Banyuwangi

BANYUWANGI, SURYAKABAR.com – Salah satu cara di Banyuwangi menyambut Ramadhan adalah dengan menggelar pasar takjil Ngerandu Buko (menunggu berbuka puasa). Warga menjual aneka kuliner menu berbuka puasa. 

Salah satu pasar Ngerandu Buko yang ramai berlokasi di wisata Pantai Marina Boom. Di hari pertama puasa Ramadhan, pasar kuliner tersebut ramai dikunjungi warga yang ngabuburit.

Mereka “berburu” aneka kudapan. Ada petula (patula), aneka jenis bubur, kolak, precet (olahan pisang khas Banyuwangi), darplok, hingga makanan berat seperti nasi tempong, dan aneka jenis minuman segar.

“Salah satu spot berbuka puasa terbaik di Banyuwangi. Kita membatalkan puasa sambil menikmati senja di pinggir marina. Lokasi ini jadi andalan kita semua,” kata Dela yang saat itu datang ramai-ramai bersama kawannya.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menjelaskan, pemkab terus mendorong dan memfasilitasi pelaksanaan pasar takjil Ramadhan di seluruh wilayah Banyuwangi.

Baca Juga:  Kuliner Sidoarjo: Aroma Laut dan Atraksi Wajan Besar, Sensasi Pesisir Nusantara Warnai Buka Puasa di Premier Place Hotel Sidoarjo

“Pastinya dengan adanya pasar takjil ini ribuan warga dan UMKM terlibat. Momentum ini kita manfaatkan untuk menumbuhkan dan menggerakkan ekonomi rakyat,” kata Bupati Ipuk, saat membuka Pasar Takjil Ramadhan “Ngerandu Buko”, di Pantai Marina Boom, Kamis (19/2/2026).

Sebanyak 250 pedagang berjualan di tempat tersebut. Mereka berjualan dari sore hingga malam hari. Tidak hanya dikunjungi warga setempat, sejumlah wisatawan asing juga tampak berbelanja di kawasan tersebut. Mereka mengaku sangat menikmati suasana pasar kuliner ini.

“Pasar Ramadhan ini sangat menarik. Saya tidak menyangka seramai ini perayaan Ramadhan di Banyuwangi. Sangat berbeda sekali suasana Banyuwangi, baik dengan Bali maupun Lombok. Sangat menarik,” kata Glenn, turis asal Amerika Serikat.

Baca Juga:  Menko Pangan Tinjau Dapur Gizi di Surabaya, Pastikan Layanan Tetap Optimal Selama Ramadhan
Baca Juga:  Gubernur Khofifah Sidak ke Pasar Larangan Sidoarjo, Pastikan Harga Sembako Terkendali Saat Bulan Ramadhan

Ipuk berpesan agar pelaksanaan pasar takjil dikoordinasikan dengan baik, terutama masalah sampah. Ia menyarankan kepada pembeli maupun pedagang agar membawa kantong dari rumah untuk mengurangi sampah plastik.

“Sampah, terutama material plastik, adalah masalah besar bangsa ini. Program membawa tas belanja sendiri adalah upaya kita melaksanakan komitmen Banyuwangi ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah), guna mendukung kebijakan Presiden untuk penanganan sampah dan penataan lingkungan,” urai Ipuk.

“Selain itu, untuk menjaga higienitas makanan yang dijual, Laboratorium dari Dinas Kesehatan akan rutin berkeliling untuk mengecek apakah makanan yang dijajakan layak dikonsumsi,” tandasnya. (*)