Berita Sidoarjo
Bupati Subandi Resmikan Parkir Double Deck dan Kamar Operasi Jantung Terbuka RSUD RT Notopuro Sidoarjo

SIDOARJO, SIDOARJO – RSUD RT Notopuro Sidoarjo menunjukkan lonjakan kapasitas layanan di tengah tantangan efisiensi anggaran pemerintah pusat.

Rumah sakit milik Pemkab Sidoarjo ini menambah dua fasilitas baru sekaligus, yakni gedung parkir double deck dan kamar operasi bedah jantung terbuka, yang diresmikan Bupati Sidoarjo Subandi, Jumat (13/2/2026).

Peresmian tersebut menjadi penanda peningkatan kelas layanan rumah sakit tipe A itu. Seluruh pembangunan dilakukan tanpa mengandalkan dana APBN, melainkan melalui pengelolaan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang dinilai sehat dan mandiri secara finansial.

Gedung parkir baru senilai Rp 24,3 miliar dibangun untuk mengurai kepadatan kendaraan yang selama ini kerap dikeluhkan pasien dan keluarga.

Baca Juga:  RSUD Dr. Soetomo Surabaya Kampanye Cegah Kanker di World Cancer Day 2026

Fasilitas ini mampu menampung hingga 235 unit mobil, sekaligus memperbaiki akses keluar-masuk kawasan rumah sakit agar lebih tertib dan nyaman.

Bupati Subandi mengapresiasi capaian tersebut. Menurutnya, peningkatan sarana ini bukan sekadar soal fisik bangunan, melainkan bagian dari transformasi layanan kesehatan yang lebih manusiawi.

“Alhamdulillah, tahun 2025 ini semua visi-misi layanan kesehatan sudah terwujud dan berjalan tepat waktu,” ujar Subandi.

Baca Juga:  Polresta Sidoarjo Perluas Dapur Gizi, Enam SPPG Kini Siap Layani Ribuan Anak hingga Pelosok Jabon

Ia menambahkan, kehadiran gedung parkir menjadi simbol perubahan paradigma pelayanan publik. “Kalau kita tinggikan lagi, nanti mutu desain dan tampak depannya hilang. Kita pertahankan yang sudah bagus ini,” tambahnya.

Direktur RSUD RT Notopuro Sidoarjo, Atok Irawan, mengungkapkan rencana pengembangan lanjutan pada 2026. Fokusnya adalah merevitalisasi gedung lama yang dibangun pada periode 2005–2008, serta penambahan ruang isolasi khusus untuk pasien penyakit menular seperti TBC dan gangren.

“Rencana 2026, kami akan menambah satu lantai di Ruangan Mawar Putih untuk isolasi TBC dan gangren. Ini mendesak karena pasien rujukan seringkali mengantre, sementara pasien TBC harus terpisah dengan pasien lain,” jelasnya.

Baca Juga:  SPPG Polres Pelabuhan Makassar Resmi Beroperasi, 3.548 Siswa Terima Manfaat MBG

Tak hanya infrastruktur, pembaruan alat kesehatan juga menjadi prioritas. Rumah sakit masih membutuhkan peralatan berteknologi tinggi seperti LINAC untuk terapi kanker dan Cathlab untuk layanan jantung, yang nilainya mencapai puluhan miliar rupiah.

“Kami masih kurang satu kamar LINAC (Linear Accelerator) untuk terapi kanker, harganya hampir Rp 50 miliar. Untuk Cathlab juga hampir Rp 40 miliar. Semoga Pak Bupati nanti bisa mengawal anggaran pusat untuk kebutuhan ini,” jelasnya.

Keberhasilan pembangunan mandiri ini bahkan menarik perhatian sejumlah direktur rumah sakit di Jawa Timur. Mereka menilai pengelolaan BLUD RSUD RT Notopuro sebagai contoh praktik tata kelola yang efektif. (sat)