Pendidikan
Sekolah NSA Surabaya Jadi Jujugan 40 Mahasiswa Asing dari 21 Kampus Pelajari Batik Kawung
SURABAYA, SURYAKABAR.com – Sebanyak 40 mahasiswa dan dosen asing dari 21 universitas di dunia belajar membuat Batik Kawung di atas papan talenan di Sekolah Nation Star Academy (NSA) Surabaya, Kamis (29/1/2026).
Kepala SMP NSA Inggriette Liany Widyasari ST MM mengatakan, mahasiswa dan dosen asing tersebut berkunjung ke NSA Surabaya sebagai rangkaian kegiatan Community and Technological Camp (CommTECH) Insight 2026 kolaborasi Sekolah NSA dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember(ITS) melalui Direktorat Kemitraan Global (DKG).
Menurutnya, motif Batik Kawung dipilih sebagai media pembelajaran budaya nusantara dalam penyambutan mahasiswa dan dosen asing dari berbagai negara.
“Untuk tahun ini kami mengangkat batik, batik yang kami ambil adalah motif Kawung di mana motif Kawung ini adalah motif ciri khas yang dipakai oleh para bangsawan dan juga raja-raja di Yogyakarta maupun Solo,” ujar Inggriette.
Inggriette menjelaskan, setiap guratan warna batik kawung menjadi dialog lintas bangsa, tentang keseharian masyarakat Indonesia, tentang nilai kesederhanaan, kebersamaan, dan filosofi hidup yang melekat dalam guratan motif batik kawung.
“Tujuan dari kegiatan ini fokusnya kepada Sustainable Development Goals (SDGs), artinya apapun yang mereka pelajari nanti di ITS mungkin dengan teknologinya, tetapi untuk budayanya berbarengan dengan siswa-siswi dari SMP NSA untuk yang motif batik itu pun ditalenan dan dibawa hasil kerja mereka untuk souvenir,” jelasnya.
Inggriette menyebut, Batik Kawung merupakan salah satu jenis motif batik dari sekian banyak motif batik yang ada di Indonesia. Motif batik klasik ini memiliki sejarah, khususnya di wilayah Jawa. Ciri khas motif kawung adalah berbentuk bulatan simetris dan berbentuk buah kolang-kaling.
“Buah aren dan kolang-kaling sendiri merupakan sumber dari penamaan Kawung. Buah ini memiliki bentuk lonjong dan tersusun rapi menjadi inspirasi utama dari bentuk bulatan simetris pada motif kawung. Motif bulatan simetris seperti kolang-kaling merepresentasikan empat arah mata angin, sehingga menjadi simbol keteraturan dan keseimbangan hidup,” terangnya.
Melalui rangkaian kegiatan ini, Sekolah NSA menegaskan komitmennya sebagai ruang belajar lintas budaya, dan terus menghadirkan pengalaman belajar yang relevan, menyentuh, dan bermakna bagi siswa maupun mitra internasional.
Sebagai informasi, ke-40 mahasiswa dan dosen asing ini di antaranya berasal dari Universiti Kuala Lumpur (UniKL) Malaysia, Suranaree University of Technology (SUT) Thailand, Ming Chi University of Technology (MCU) Taiwan, Central Luzon State University (CLSU) Filipina, Dong Nai Technology University (DNTU) Vietnam, Innopolis University Rusia, dan Krirk University Thailand. (aci)



