Kuliner Sidoarjo
Kuliner Sidoarjo: Dari Makanan Tradisional ke Dimsum, Inovasi Gyoza Kupang Khas Sidoarjo yang Bikin Penasaran

SIDOARJO, SURYAKABAR.com – Kabupaten Sidoarjo sejak lama dikenal sebagai salah satu daerah penghasil kupang terbesar di Jawa Timur.

Hasil laut kerang berukuran kecil ini identik dengan sajian tradisional lontong kupang yang telah menjadi ikon kuliner Kota Delta.

Namun di tangan kreatif sebuah kafe di Sidoarjo, kupang bertransformasi menjadi menu kekinian yang tak kalah menggugah selera: gyoza kupang.

Adalah Kafe Kopili, sebuah kafe yang berada di tepi Kali Karanggayam, Kelurahan Pucanganom, Kecamatan Sidoarjo, yang menghadirkan menu inovasi tersebut.

Kupang yang biasanya disajikan dalam kuah petis dan lontong, kini dibungkus kulit dimsum dan disajikan layaknya gyoza modern.

Baca Juga:  Kuliner Lumajang : Fish Cooking Festival 2025 Lumajang Bangun Jejaring Komunitas dan Keterampilan Memasak

Manager Kafe Kopili, Sabrina Anindya Anisafitri, mengaku ide ini berangkat dari rasa sayang jika kupang hanya dikenal menjadi satu jenis sajian.

“Kabupaten Sidoarjo kan dikenal sebagai penghasil kupang. Nah kami tidak ingin kupang hanya terbatas disajikan sebagai menu lontong Kupang saja. Berawal dari itulah kami lantas membuat gyoza kupang yang kekinian,” kata Nosa, panggilan akrab Sabrina, Senin (19/1/2026) sore.

Tak sekadar mengandalkan kupang, adonan gyoza ini juga dipadukan dengan daging ayam agar teksturnya menyatu dengan kulit dimsum. Meski demikian, kupang tetap menjadi komposisi utama.

“Komposisi kupangnya tentu lebih banyak dibanding daging ayamnya. Perbandingannya dua banding satu. Seasoningnya ya lada, kaldu jamur, minyak wijen dan bumbu lainnya,” ucapnya.

Baca Juga:  Kuliner Banyuwangi: Berkunjung ke Kawasan Ijen Banyuwangi, Jangan Lupa Mampir ke Pasar Seni dan Jajanan Jadoel

Menu gyoza kupang di Kafe Kopili bukan eksperimen sesaat. Nosa menyebut, sajian ini sudah hadir sejak Kafe Kopili pertama kali buka, sekitar empat tahun lalu.

“Awalnya pengunjung underestimate, namun setelah mencoba mereka memesan ulang dan kini menjadi snack favorit,” ucapnya.

Antusiasme pengunjung terus meningkat. Dalam satu pekan, Kafe Kopili mampu mengolah hingga 8 kilogram kupang. Satu porsi gyoza kupang berisi lima buah dan dibanderol dengan harga terjangkau, Rp 15 ribu. “Penikmatnya merata, mulai dari remaja, dewasa hingga keluarga,” imbuhnya.

Tak berhenti di gyoza, Kafe Kopili juga menghadirkan menu lain yang tak kalah unik, yakni nasi goreng kupang. “Nasi goreng ini seperti nasi goreng umumnya, namun kondimennya adalah Kupang,” terangnya.

Baca Juga:  Kuliner Sidoarjo : Manjakan Penikmat Kuliner Ayam, J Chicken Buka Cabang di Perumahan Pondok Jati Sidoarjo

Kupang yang digunakan lebih dulu dicuci bersih, diperas karena mengandung banyak air, lalu digoreng hingga kering sebelum dicampurkan ke dalam nasi goreng.

“Kupang kami goreng kering sehingga crunchy, berasa kriuk-kriuk saat dimakan. Nasi goreng kupang kami jual Rp 18 ribu per porsi,” tutup Nosa.

Kini, gyoza kupang dan nasi goreng kupang menjadi menu favorit pengunjung Kafe Kopili. Inovasi ini membuktikan bahwa kuliner tradisional Sidoarjo tak hanya bisa bertahan, tetapi juga beradaptasi dan tampil kekinian tanpa kehilangan identitasnya. (sat)