Berita Sidoarjo
Hampir Dua Bulan Terendam Banjir, Pembagian Rapor di SMPN 2 Tanggulangin Mundur Dua Minggu
SIDOARJO, SURYAKABAR.com – Sejak musim penghujan mulai melanda Sidoarjo pada November 2025, banjir terus mengurung wilayah Desa Kedungbanteng, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo termasuk kompleks SMPN 2 Tanggulangin. Sekolah yang menjadi tempat belajar ratusan siswa itu ikut terdampak cukup parah.
Hampir dua bulan, belasan ruang kelas hingga ruang guru terendam air dengan ketinggian yang terus berubah. Kondisi ini membuat aktivitas sekolah terganggu. Mulai proses belajar mengajar hingga agenda penting seperti pembagian rapor siswa yang terpaksa tertunda selama dua pekan.
Kepala SMPN 2 Tanggulangin, Supriyanto, menggambarkan kondisi banjir yang tak pernah surut. “Kondisinya naik turun. Kalau hujan banjir semakin tinggi, kalau tidak ya sedikit surut, namun tidak pernah kering lebih dari satu bulan setengah lalu,” tutur Supriyanto, Senin (5/1/2026) pagi.
Ia menjelaskan, dampak banjir membuat agenda akademik sekolah tak berjalan sesuai jadwal. Termasuk pembagian rapor yang seharusnya sudah dilakukan sejak pertengahan Desember lalu.
“Harusnya rapor dibagikan pertengahan Desember lalu, namun karena kondisi, rapor akan dibagikan Selasa besok. Untuk persiapan, beberapa ruang kelas untuk pengambilan rapor, hari ini dibersihkan,” terangnya.
Memasuki hari pertama sekolah usai libur Natal dan Tahun Baru 2026, kondisi banjir masih belum sepenuhnya teratasi.
Menurut Supriyanto, di hari pertama usai libur Natal dan Tahun Baru 2026, ada delapan kelas yang masih terendam dengan ketinggian sekitar 10 sentimeter.
“Hari ini yang masuk hanya kelas tujuh dengan menempati ruang yang bebas banjir. Namun bertahap besok Rabu, kelas 9 mulai masuk karena persiapan Tes Kemampuan Akademik,” jelasnya.
Pantauan di lokasi menunjukkan dampak banjir yang berkepanjangan meninggalkan jejak. Halaman sekolah dan selasar dipenuhi lumut tebal, membuat permukaan menjadi sangat licin untuk berjalan.
Akses utama menuju sekolah, yakni jalan kampung di RT 05 RW 01, juga masih tergenang banjir setinggi sekitar 40 sentimeter.
Kondisi ini membuat aktivitas sekolah harus berjalan dengan berbagai penyesuaian, sambil menunggu air benar-benar surut dan proses belajar kembali normal. (sat)





