Berita Sidoarjo
KAI Daop 8 Surabaya Tindaklanjuti Video Viral Anak di Jalur Kereta, Fokus pada Edukasi Keselamatan
SIDOARJO, SURYAKABAR.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya merespons cepat beredarnya video viral di media sosial yang memperlihatkan seorang siswi berada di jalur kereta api saat Commuter Line Jenggala relasi Sidoarjo–Mojokerto akan melintas. Aksi berbahaya tersebut menuai perhatian publik karena berpotensi mengancam keselamatan jiwa.
Dalam video yang beredar luas, terlihat dua siswi berseragam sekolah menyeberangi rel kereta api ketika kereta Commuter Line Jenggala dari arah Sidoarjo menuju Mojokerto mendekat.
Namun tiba-tiba, salah satu siswi kembali berlari ke tengah rel, seolah mencoba menghentikan laju kereta yang sudah sangat dekat.
Menurut Laksmi, warga Desa Durungbedug, Kecamatan Candi, kejadian tersebut berlangsung pada Jumat (26/12/2025) sekitar pukul 17.20 WIB.
“Saya diberitahu tetangga soal peristiwa tersebut. Mudah-mudahan tidak lagi terulang. Sangat berbahaya,” ucapnya, Jumat (2/1/2026) siang.
Peristiwa ini menjadi perhatian serius KAI karena berkaitan langsung dengan keselamatan perjalanan kereta api sekaligus keselamatan masyarakat, khususnya anak-anak yang tinggal di sekitar jalur rel.
Sebagai bentuk tanggung jawab dan kepedulian, Rabu (31/12/2025) KAI Daop 8 Surabaya melakukan peninjauan langsung ke lokasi kejadian serta berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait.
Tak hanya itu, KAI juga melakukan pendekatan persuasif dan humanis kepada keluarga anak yang bersangkutan untuk memberikan edukasi mengenai bahaya beraktivitas di area jalur kereta api.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menegaskan, penanganan kasus ini mengedepankan nilai kemanusiaan serta langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang.
“Kami bersyukur peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban. KAI menindaklanjuti kejadian ini dengan pendekatan humanis, dengan fokus pada edukasi kepada keluarga dan lingkungan sekitar mengenai bahaya berada di jalur kereta api,” ujar Mahendro.
Lebih lanjut, KAI Daop 8 Surabaya menggandeng masyarakat serta tokoh setempat untuk memperkuat sosialisasi keselamatan perkeretaapian.
Edukasi ini menegaskan, jalur kereta api bukanlah area untuk bermain atau beraktivitas, mengingat tingginya risiko kecelakaan yang dapat membahayakan keselamatan, terutama bagi anak-anak.
“Keselamatan perjalanan kereta api merupakan tanggung jawab bersama. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya para orang tua, untuk lebih aktif mengawasi anak-anak dan memberikan pemahaman agar tidak beraktivitas di sekitar jalur rel,” tambah Mahendro.
Secara berkelanjutan, KAI Daop 8 Surabaya mengimbau masyarakat untuk tidak melintas sembarangan di jalur kereta api serta selalu mematuhi rambu dan aturan keselamatan perkeretaapian.
Dengan kepedulian dan kerja sama semua pihak, lingkungan di sekitar jalur rel diharapkan dapat menjadi lebih aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat. (sat)


