Menkes Luncurkan PET Scan dan Radioterapi di RS Kemenkes Surabaya, Pertama di Indonesia Timur
SURABAYA, SURYAKABAR.com – Rumah Sakit (RS) Kemenkes Surabaya menyiapkan Positron Emission Tomography (PET) Scan dan Radioterapi pertama di Indonesia Timur.
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin hadir langsung sekaligus mengenalkan PET Scan dan Radioterapi serta Bedah Jantung MICS dan Perbaikan Katup Mitral Perdana di RS Kemenkes Surabaya, Senin (17/11/2025).
Dalam kesempatan ini, Budi berjanji menyiapkan layanan BPJS Kesehatan bagi pasien yang menggunakan alat tersebut. Menurutnya, layanan itu sebelumnya sudah dibuka sejak 16 September 2025.
“Sekarang sudah 66 (pasien PET Scan), dan itu belum BPJS. Layanan BPJS belum bisa untuk yang PET Scan, kalau jantung bisa. Nanti, saya minta dipercepat (menyiapkan untuk layanan BPJS),” ujar Menkes Budi Gunadi Sadikin saat Konferensi Pers di RS Kemenkes Surabaya.
Budi menyebut, jika pasien BPJS Kesehatan sudah bisa terlayani, ke depan pasien yang datang akan semakin banyak.
“Dari September sampai sekarang sudah 66 pasien. Bayangkan, kalau itu dibuka (untuk BPJS), sudah pasti nanti akan banyak sekali yang masuk,” ungkapnya.
Budi menegaskan, Kemenkes berencana memberikan fasilitas PET Scan seperti yang ada di Surabaya ke wilayah Indonesia Timur lainnya, seperti Sulawesi, Kalimantan, Bali, dan Nusa Tenggara.
“Jadi, nanti ketika begitu dibuka, semuanya pasti merujuknya ke sini (RS Kemenkes Surabaya). Itu yang nanti juga saya akan kasih di Sulawesi ada, di Maluku ada, di Papua ada, di Nusa Tenggara ada,” ungkapnya.
Budi berharap layanan ini bisa menyentuh pasien yang tidak perlu menunggu rujukan ke Surabaya. “Karena enggak mungkin kalau layanan ini bisa ngapung seluruh Indonesia. Kan kasihan dirujuk. Masa dari NTT dirujuk ke Surabaya, kan keluarganya 15 orang. Teman-temannya ini gimana mau nemeninnya kan. Kasihan dia,” katanya.
Pelaksana Harian (Plh) Direktur Utama RS Kemenkes Surabaya dr Martha Muliana Lumogom Siahaan SH MARS MHKes menjelaskan, layanan ini merupakan hasil sinergi kuat antara Kemenkes, tenaga kesehatan, dan seluruh unsur rumah sakit.
“Dengan diresmikannya layanan PET Scan pertama di Jawa Timur serta keberhasilan bedah jantung minimal invasif, kami tidak hanya meningkatkan mutu layanan kesehatan masyarakat, tetapi juga berkontribusi pada pengembangan medical tourism nasional,” jelasnya.
Sebagai informasi, PET Scan merupakan teknologi untuk mendeteksi dini berbagai kondisi jantung, gangguan saraf, serta kasus kanker dengan tingkat akurasi yang sangat tinggi.
Selain itu, juga berperan penting dalam proses staging, restaging, dan pemantauan respons terapi kanker, sehingga penatalaksanaan pasien dapat dilakukan secara lebih terpersonalisasi.
Sedangkan, fasilitas radioterapi di RS Kemenkes Surabaya menyediakan terapi radiasi eksterna lengkap. Mulai dari teknik konvensional, hingga teknik stereotaktik presisi tinggi dengan dukungan peralatan tercanggih seperti sistem CT Simulator 4 Dimensi dan Active Breathing Coordinator (ABC) system untuk menunjang ketepatan radiasi. (aci)


