Pendidikan
UM Surabaya Apresiasi 927 Wisudawan, Termasuk Mahasiswa Palestina dan Difabel Peraih Cumlaude

SURABAYA, SURYAKABAR.com – Sebanyak 927 lulusan Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya mengikuti Wisuda ke-53 yang digelar di Dyandra Convention Center Surabaya, Sabtu (25/10/2025).

Rektor UM Surabaya Mundakir mengatakan, kampus memberikan apresiasi tinggi, terutama kepada lulusan yang menunjukkan perjuangan luar biasa.

“Kami memberikan apresiasi kepada lulusan, selain yang terbaik, ada juga yang atas kegigihannya sehingga dia bisa menyelesaikan kuliah meskipun dengan perjuangan yang luar biasa, yaitu para difabel,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Mundakir memberikan apresiasi khusus kepada mahasiswa dari Palestina sebagai bentuk komitmen internasional UM Surabaya.

Baca Juga:  UM Surabaya Resmikan Global Hub, Mahasiswa Asing Bawa Pesan Damai Lintas Bangsa

Apresiasi khusus itu diberikan kepada Sondos Jehad Shnewra, mahasiswi asal Gaza, Palestina, yang sukses meraih predikat cumlaude dari Program Pascasarjana. Sondos kuliah di Indonesia melalui program beasiswa Lazismu Jawa Timur.

“Kita tahu Palestina masih menjadi negara yang saat ini terjajah oleh Israel. Maka, kami memberikan apresiasi kepada Sondos untuk studi lanjut S3 apabila dia ingin melanjutkan studi,” tegasnya.

Dalam suasana haru, Sondos sempat bercerita meminta beasiswa S3 dan rekomendasi jodoh. Rektor Mundakir pun merespons dengan candaan yang disambut tawa para undangan yang hadir.

Baca Juga:  Telkom University Kampus Surabaya Wisuda 543 Lulusan, Bekali Kemampuan Teknologi Digital dan Industri

“Kalau soal beasiswa S3, InsyaAllah kita doakan ada jalan terbaik. Tapi kalau soal jodoh, nanti kita bentuk tim khusus, Tim Jodoh Palestina-Indonesia UM Surabaya,” candanya.

Sondos, yang keluarganya kini berjuang di tengah perang Gaza, mengaku bersyukur. “Kampus ini bukan hanya tempat belajar, tetapi juga rumah kedua bagi saya,” katanya.

Perjuangan gigih juga ditunjukkan enam mahasiswa difabel yang diwisuda, salah satunya Bonifacius David Hendrawan.

Lulusan Pendidikan Bahasa Inggris ini meraih cumlaude dengan IPK 3,68 dan mendedikasikan prestasinya untuk sang ibu yang setiap hari mengantar-jemputnya.

Baca Juga:  Prof Triyogi Resmi Jabat Rektor Unusa Periode 2025-2030 Gantikan Prof Jazidie

“Saya tahu tiap harinya perjuangan luar biasa, diantar oleh ibunya dengan sepeda motor yang sudah disiapkan. Dan, itu kita beri apresiasi untuk melanjutkan studi lanjut dan beberapa mahasiswa difabel yang lain,” jelas Mundakir.

Mengenai peluang kerja, Mundakir berjanji memberikan fasilitas support. “Kami berikan support agar tetap semangat. Di samping itu, kami sedang berkoordinasi barangkali dengan unit kerja yang mungkin bisa diambil pekerjaannya oleh teman-teman difabel,” terangnya.

Mundakir juga akan segera berkomunikasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Ini meniru kesuksesan alumni difabel UM Surabaya sebelumnya yang berhasil diterima sebagai pegawai di Pemkot Surabaya.

“Itu atas keterbukaan atau peluang yang diberikan Pak Eri Cahyadi (Wali Kota Surabaya). Nanti akan kami komunikasikan dengan Pemerintah Kota Surabaya,” ungkapnya.

David sendiri berencana membuka usaha private online Bahasa Inggris setelah lulus, berharap tetap produktif dan berbagi ilmu. (aci)