Pendidikan
Menko Muhaimin: BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan akan Masuk Kurikulum Pendidikan

SURABAYA, SURYAKABAR.com – Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menyebut, BPJS baik Kesehatan maupun Ketenagakerjaan akan masuk dalam kurikulum pendidikan.

Selain itu, secara otomatis mahasiswa baru Universitas Airlangga (Unair) mendapat jaminan kesehatan. Hal itu juga mendorong seluruh perguruan tinggi di Indonesia agar bisa menyesuaikan kurikulum tersebut.

“Terkait pungutan untuk mahasiswa, nantinya akan terintegrasi sejak resmi menjadi mahasiswa baru Unair. Ini memang sejak awal mahasiswa baru menjadi bagian integral dari sistem perekrutan mahasiswa,” ujarnya seusai menghadiri Grand Launching Penguatan Ekosistem Jaminan Sosial melalui Pendidikan di Ruang Garuda Mukti Lantai 5 Kantor Manajemen Unair Kampus C MERR Surabaya, Kamis (14/8/2025).

Baca Juga:  SEGTA 2025 FTMM Unair Resmi Ditutup, 62 Mahasiswa Asing dari 9 Negara Turut Berpartisipasi

Cak Imin menjelaskan, pihaknya juga menyiapkan pelaksanaan sistem jaminan sosial melalui kurikulum melalui inovasi dari perguruan tinggi hingga pendidikan dasar hingga menengah atas.

“Jadi, ilmu sistem jaminan sosial nasional itu juga dikembangkan di tingkat sekolah menengah atas agar nanti SDM-nya juga SDM yang tangguh karena nanti kerjaan raksasa ini akan menunggu kemajuan-kemajuan di masa yang akan datang. Sistem jaminan sosial nasional itu pekerjaan yang sangat besar yang membutuhkan SDM yang memadai,” jelasnya.

Kepala BPJS Kesehatan Ali Gufron Mukti mengatakan, akan menyiapkan kurikulum di seluruh perguruan tinggi. Namun belum dilaksanakan, karena ada lebih dari 4.000 perguruan tinggi yang akan ditingkatkan kualitasnya.

Baca Juga:  ITS Larang Mahasiswa Baru Bawa Motor dan Mobil di Lingkungan Kampus selama PKKMB 2025

“Tapi, yang jelas di Unair kita nanti kurikulumnya ini juga untuk diajari bagaimana prinsip-prinsip jaminan sosial, termasuk jaminan sosial kesehatan. Kebetulan waktu itu saya ketua tim kedua-duanya jaminan sosial untuk BPJS Kesehatan dan BPJS Tenaga Kerja,” ungkapnya.

Nantinya, kurikulum tersebut ada di mata kuliah. BPJS Kesehatan berkomitmen berkolaborasi dengan perguruan tinggi sebagai pelopor, demi terwujudnya sistem jaminan kesehatan inklusif, merata, dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.

“Ya, mata kuliah. Bagaimana umpamanya seorang tidak harus dokter ya, tenaga kesehatan FKM, umpamanya di ekonomi bagaimana mengembangkan keuangannya, di teknologi informasi bagaimana pengembangan sistemnya, telemedicine-nya dan lain sebagainya. Ini baru di BPJS Kesehatan loh. Hampir semua Prodi bisa,” terangnya.

Baca Juga:  Dosen Universiti Sains Malaysia Jalani Program Internship Spesialis selama 6 Bulan di FK Unusa

Dalam kesempatan yang sama, Rektor Unair Prof Dr Muhammad Madyan SE MSi MFin menekankan pentingnya membekali mahasiswa dengan pemahaman menyeluruh terkait konsep, kebijakan, hingga implementasi jaminan sosial.

Hal ini dirasa krusial untuk mencetak lulusan yang tidak hanya menguasai teori, namun juga memiliki kepekaan sosial dan keterampilan praktis untuk berkontribusi nyata di tengah masyarakat.

“Di Unair sendiri, kami memiliki sejumlah muatan pembelajaran yang mengintegrasikan konteks jaminan sosial, seperti mata kuliah Komunikasi Kesehatan dan Layanan Dasar Kesehatan. Kami ingin menghasilkan lulusan yang inovatif, mandiri, dan mampu menciptakan solusi terkait isu-isu jaminan sosial,” tegasnya.

Prof Madyan menyebut, mahasiswa dapat menjadi agen perubahan yang mampu merancang program lebih efektif, mengadvokasi kebijakan yang berpihak kepada rakyat, dan memastikan setiap warga negara mendapatkan haknya.

“Selain itu, peluncuran penguatan ekosistem jaminan sosial melalui pendidikan dapat mempererat sinergi antara dunia akademik dan pemerintah,” pungkasnya. (aci)