ITS Lahirkan 1.107 Insinyur, Perguruan Tinggi Pencetak Insinyur Terbanyak di Jatim

SURABAYA, SURYAKABAR.com – Sebanyak 163 insinyur baru dari Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya resmi dilantik. Penambahan insinyur baru ini menjadi bukti dan komitmen ITS untuk memenuhi kebutuhan insinyur di Indonesia.

Rektor ITS, Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng mengatakan, pentingnya peran insinyur dalam membangun negara. Sebab, insinyur dinilai sebagai sosok yang bertanggung jawab atas pembangunan infrastruktur, industri penghasil produk, hingga menciptakan alat transportasi.

Prof Ashari mengakui, saat ini jumlah insinyur di Indonesia hanya berkisar 2.670 orang per satu juta penduduk. “Angka tersebut dapat dikatakan rendah apabila dibandingkan dengan negara tetangga seperti Vietnam yang memiliki 9.000 orang insinyur per satu juta penduduk. Bahkan, Korea Selatan memiliki 25.000 insinyur per satu juta penduduk,” ujar Prof Ashari usai melantik 163 insinyur baru ITS di Hotel Swiss-Belhotel Surabaya, Sabtu (27/4/2024).

Baca Juga:  Tim Mahasiswa ITS Bantu Penanganan Medis Berbasis Metaverse Lewat MediTwin

Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Wilayah Jawa Timur yang diwakili Ir R Pius X Rooswan Happmono ST MT mengatakan, kurangnya kebutuhan insinyur tersebut harus menjadi perhatian bersama. “Salah satu yang berperan penting adalah perguruan tinggi,” terang Pius.

Menurut Pius, pihaknya juga mengapresiasi keseriusan ITS dalam kontribusinya mencetak insinyur-insinyur baru di Indonesia.

Baca Juga:  Universitas Brawijaya Satu-satunya Kampus Penerima Omikoshi di Indonesia
Baca Juga:  13,6 Juta Wajib Pajak Sudah Lapor SPT, Naik 6,4 Persen dari 2023

“Hingga saat ini, ITS telah berhasil mencetak 1.107 insinyur dan menjadi perguruan tinggi pencetak insinyur terbanyak di Jawa Timur. Kontribusi ini penting mengingat besarnya kebutuhan insinyur dalam negeri,” ungkapnya.

Sementara dalam cakupan nasional, lanjut Pius, ITS menempati empat besar perguruan tinggi pencetak insinyur terbanyak. Langkah visioner ITS ini diharapkan dapat diikuti perguruan tinggi lain.

“Kami berharap bisa mendirikan PSPPI di perguruan tinggi lain untuk dapat memenuhi kebutuhan insinyur di Indonesia,” jelasnya.

Selain melantik insinyur dari program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), ITS kali ini juga berhasil melantik angkatan pertama program reguler.

Selain itu, ITS juga melantik insinyur yang merupakan praktisi dari PT Kilang Pertamina Internasional dan PT Kilang Pertamina Internasional. (aci)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *