Dua Siswa Asing Smamda Surabaya Ikuti Praktik Perawatan Jenazah

SURABAYA, SURYAKABAR.com – Dua siswa asing yang sedang belajar di SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Surabaya mengikuti praktik perawatan jenazah bersama ratusan siswa lainnya. Kegiatan ini menjadi pengalaman pertama dan mengesankan bagi kedua siswa asing tersebut.

Dua siswa asing tersebut, yakni Luka Joonatan Hannula dari Finlandia, dan Cyriaque Rene Marcaud Philippe asal Prancis. Keduanya merupakan siswa asing yang mengikuti program Rotary Youth Exchange di Surabaya, dan saat ini mengikuti pembelajaran di Smamda Surabaya.

Praktik perawatan jenazah ini merupakan rangkaian kegiatan Ramadhan bertema ‘Hidup Mulia dalam Kebaikan dan Ketakwaan’ yang diikuti 170 siswa Kelas XII Smamda.

Luka dan Cyriaque mengikuti tahapan-tahapan memandikan jenazah secara Islam dengan menggunakan manekin dengan panduan guru dan juga bantuan siswa Smamda lainnya.

Baca Juga:  Guru dan Murid Smamda Sidoarjo Borong 15 Medali Olympicad Ke-7 di Bandung
Kepala Smamda Surabaya Astajab (kiri) mendampingi siswa asing Luka Joonatan Hannula dari Finlandia (tengah) dan Cyriacue Rene dari Perancis.

Luka mengaku, kegiatan ini menjadi pengalaman pertamanya. Ia juga tidak pernah membayangkan akan mempelajari cara memandikan jenazah, yang di negara asalnya sama sekali belum sekalipun dijumpai.

“Ini pertama kali saya mengikuti proses memandikan jenazah secara Islam. Saya pikir kegiatan ini sangat menarik. Di Finlandia, sanak saudara yang meninggal dikirim ke kamar jenazah merupakan hal yang biasa. Kemudian, mereka akan diserahkan hingga dimakamkan. Tidak ada upacara atau tradisi besar,” ujar Luka, Senin (25/3/2024).

Salah seorang guru sekaligus penguji, Sulaiman menjelaskan, pada kegiatan tahunan di bulan Ramadhan ini siswa akan mendapatkan dua materi. Yakni, perawatan jenazah secara Islam sesuai tuntunan Rasulullah, serta memanfaatkan kesempatan hidup untuk menjadi pribadi yang mulia dalam kebaikan dan ketakwaan.

“Dari kegiatan ini diharapkan siswa Smamda tidak hanya mampu memanfaatkan kesempatan hidup agar menjadi pribadi yang mulia serta memperoleh pengetahuan tentang proses perawatan jenazah saja, tetapi bisa mempraktikkan saat terjun di masyarakat sekitar,” jelasnya.

Baca Juga:  Dirut Pertamina Nicke Widyawati Sampaikan Kesiapan Pertamina Jelang Lebaran 2024
Baca Juga:  Kemenag Jatim Gelar Qurah Urutan Daerah Pemberangkatan dan Pemulangan Haji 2024

Sebelum praktik menggunakan manekin, siswa mendengarkan penjelasan dari pemateri terkait proses memandikan, mengkafani, mensalatkan hingga memakamkan jenazah. Kemudian, siswa secara berkelompok melakukan praktik.

“Pada saat praktik dilakukan penilaian terkait perlengkapan memandikan jenazah dan prosesnya, perlengkapan mengkafani dan prosesnya, kemudian mensalati gerakan dan bacaan hingga memakamkan,” ungkapnya.

Kepala Smamda, Astajab, menyambut baik keterlibatan dua siswa asing yang belajar keislaman di Smamda. Terutama saat proses perawatan jenazah.

“Kami sangat senang Smamda menjadi jujukan siswa asing untuk belajar keislaman. Terlebih lagi proses perawatan jenazah ini karena mereka berkesempatan menambah ilmu pengetahuan yang mungkin tidak akan didapatkan di momen lain,” pungkasnya. (aci) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *