Rekor Kemenangan Kota Malang Terhenti Ditahan Kota Batu 2-2
MALANG, SURYAKABAR,com – Laga Grup C kualifikasi Porprov Jatim 2022 cabang olahraga futsal putra di SM Futsal Kota Malang telah berakhir, Kamis (31/3/2022).
Derby Malang Raya yang mempertemukan tuan rumah Kota Malang menghadapi Kota Batu menjadi laga
penutup di Grup C. Pertandingan berakhir imbang 2-2. Hasil ini sekaligus menghentikan rekor empat
kemenangan beruntun yang dicetak Kota Malang.
Sebelum memulai pertandingan Kota Malang sudah memastikan juara Grup C. Tambahan satu poin ini
membuat Kota Malang mengumpulkan 13 poin.
Runner up Grup C direbut Kabupaten Pasuruan yang mengantongi 12 poin. Hasil imbang ini menempatkan
Kota Batu di peringkat ketiga Grup C mengoleksi 10 poin dengan produktivitas gol 21-17.
Sudah dipastikan lolos ke Porprov Jatim 2022, membuat pelatih Kota Malang Eko M Purbo memiliki
kesempatan menjajal skema permainan termasuk memainkan powerplay.
Laga baru berjalan empat menit Kota Malang langsung memainkan powerplay. Meski lebih banyak
mengurung pertahanan Kota Batu, namun gempuran pemain Kota Malang menemui kebuntuan rapatnya
pertahanan Kota Batu. Hingga babak pertama berakhir skor imbang tanpa gol.
BACA JUGA:
Di babak kedua, Kota Batu membuka keunggulan lebih dulu menit 24 lewat gol yang dicetak Bintang Ega
Putra Syandana. Hanya butuh waktu satu menit Hamid menyamakan kedudukan 1-1.
Kota Batu kembali unggul, setelah lahirnya gol Hermawan Adi menit 32. Keunggulan Kota Batu 2-1
bertahan hingga pertandingan menyisakan waktu satu menit delapan detik. Gol Hamid membuat
kedudukan imbang 2-2.
Usai lahirnya gol ini, tekanan Kota Malang makin gencar. Pada detik terakhir Kota Malang nyaris mencetak
gol, namun sontekan Irfan Hendrianto mengenai mistar gawang dan bola out pertandingan pun selesai.
“Saya baru satu minggu menangani tim ini. Lima kali saya memimpin latihan. Jadi masih adaptasi dengan
tim ini. Saya menjajal berbagai skema permainan termasuk tadi powerplay,” ujar Eko M Purbo, Pelatih
Kota Malang menjawab suryakabar.com usai pertandingan.
Menurut pelatih Jatim di PON Papua 2021 itu, powerplay yang dimainkan tim asuhannya masih jauh dari
standart yang diharapkan.
“Powerplay masih jauh dari standart yang saya inginkan. Saya maklum, karena memang baru beberapa kali
latihan,” paparnya. (es)