PLN UP3 Surabaya Selatan Dukung Konversi Kompor LPG ke Kompor Induksi

SIDOARJO, SURYAKABAR.com – PLN menghadirkan program Nyaman Kompor Induksi yang merupakan implementasi Demand Driven Strategy melalui kelanjutan Program Gerakan Sejuta Kompor Induksi. Program ini guna menekan angka impor LPG dan mendorong kemandirian energi.

Program Nyaman Kompor Induksi ini juga bentuk support PLN atas arahan Presiden Joko Widodo dalam menjaga ketahanan energi nasional yang dapat didukung salah satunya melalui konversi penggunaan kompor LPG menuju kompor induksi.

“Dengan program ini, pelanggan yang mendukung konversi menuju kompor induksi akan mendapatkan harga spesial Tambah Daya hanya Rp 150.000 saja, mulai tambah daya ke 2.200 VA sampai dengan 11.000 VA. Karena antusias yang luar biasa, program yang harusnya berakhir 31 Maret 2022 ini diperpanjang sampai 31 Desember 2022,” terang Achmad Roni, Manager Bagian Pemasaran dan Pelayanan Pelanggan PLN UP3 Surabaya Selatan (SBS).

Mekanisme dari program ini adalah bagi pelanggan yang membeli kompor induksi baik melalui marketplace maupun toko offline yang sudah bekerjasama dengan PLN, akan mendapatkan voucher Tambah Daya PLN seharga Rp 150.000. Nantinya voucher ini dapat diredeem melalui Aplikasi PLN Mobile.

BACA JUGA:

Turut mendukung konversi energi menuju kompor induksi, PLN UP3 Surabaya Selatan bersama Persatuan Istri Karyawan dan Karyawati (PIKK) PLN UP3 Surabaya Selatan berkolaborasi dengan Artugo.

Artugo merupakan perusahaan penyedia home appliance yang memberikan solusi atas setiap kebutuhan konsumen, mengadakan sesi sharing dengan masyarakat wilayah PLN UP3 SBS melalui zoom meeting, Jumat (18/3/2022) terkait pengenalan kompor induksi Artugo.

“Kompor induksi ini sudah menjadi lifestyle di zaman sekarang, karena memang banyak keunggulannya antara lain aman, tidak ada risiko kebocoran gas jikalau seperti kita gunakan kompor gas, ramah lingkungan, karena panas yang dihasilkan bukan dari pembakaran karbonmonoksida, relatif mudah dibersihkan dan low maintenance, panasnya lebih merata dan temperature yang bisa dikontrol,” terang Khafid Kurniawan, Production & QC Manager Artugo.

Ia menambahkan kompor induksi sangat mendukung untuk melengkapi peralatan rumah tangga yang kekinian serta hemat energi.

“Sesi sharing ini juga menambah wawasan termasuk kaum perempuan untuk dapat lebih mengerti mengenai produk rumah tangga yang dapat mendukung program pemerintah yang sedang berjalan, salah satunya adalah kompor induksi ini,” terang Qonita Rizlani, Ketua PIKK PLN UP3 SBS.

Sesuai yang tercatat, harga LPG non subsidi yang berlaku saat ini sekitar Rp 15.500 per kilogram (kg). Jika dilakulan perbandingan berbasis kalori yaitu 1 kg LPG setara dengan 7 kWh listrik, biaya pemanfaatan listrik lebih murah yaitu sekitar Rp 10.250.

Dengan adanya sharing ini diharapkan masyarakat dapat lebih teredukasi mengenai keunggulan kompor induksi dalam penggunaan sehari-hari sekaligus pemanfaatan kompor induksi yang menjadi alternatif untuk menekan impor LPG. (rin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *