Berawal dari Lumpia, Pelaku UMKM di Sidoarjo ini Sukses Jalankan Bisnis Jajanan Tradisional

SIDOARJO, SURYAKABAR.com – Salah satu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Sidoarjo, Prastika Widya, sukses mengembangkan bisnis jajanan tradisional, lumpia dan cakue.

Tika, sapaan akrab Prastika Widya mengatakan, kemampuan mengolah jajanan tradisional didapat dari ibunya. Kebetulan, keluarga besar Tika, dari ibunya merupakan pelaku bisnis makanan-minuman, fashion, dan bisnis produk lainnya.

Itu yang membuat Tika tidak segan untuk memulai usaha pertamanya. Selain mendapat dukungan keterampilan produksi jajanan tradisional, juga mendapat suport untuk managemen dalam berbisnis makanan.

“Kebetulan dari keluarga mama banyak yang menjadi pelaku bisnis. Saya baru pemula, karena itu saya banyak belajar dari mereka,” kata Tika kepada suryakabar.com, Sabtu (12/2/2022).

Usaha pertama yang kini tengah ia geluti itu, kata Tika, bermula ketika rasa penasarannya, cara membuat jajan lumpia yang sesuai dengan kehendaknya ini bertekstur lembut, gurih, dan bercita-rasa manis yang pas.

“Kami memang hobi kuliner. Tapi, kadang kurang merasa puas dengan olahan yang kami beli. Nah terpikir untuk mencoba membuatnya sendiri,” ujarnya.

BACA JUGA:

Ia mengaku, karena belum berniat menjalankan usaha, pertama kalinya jajanan lumpia itu ia buat hanya dengan modal tiga kilogram bahan baku, atau setara dengan modal Rp 100 ribu. Dengan modal sederhana itu, bisa menghasilkan 50 produk lumpia.

lumpia 1
Lumpia dalam bentuk frozen buatan Tika kini laris-manis di pasaran.

“Lumpia sebanyak itu, kami bagi-bagi ke tetangga, saudara, dan teman-teman. Tak disangka produk yang kami buat ini banyak mendapat apresiasi,” katanya.

“Beberapa tetangga akhirnya order, termasuk saudara dan teman saya juga begitu, banyak yang order. Sejak itu, kami mulai ingin serius, dan usaha pertama kami itu kami beri nama Dzaki_Rasa yang kami pasarkan melalui grup kuliner di sosmed (Facebook) dan akun TikTok @dzaki_rasa,” sambungnya.

Sekitar dua minggu melakukan pemasaran melalui grup-grup kuliner di sosmed, lanjut Tika, menarik sejumlah reseller di Sidoarjo. Awalnya sejumlah reseller datang dari, Gedangan, Tulangan, dan Porong. Seiring berjalannya waktu, reseller pun kini bertambah, hampir menyeluruh ada di Sidoarjo.

Lebih lanjut, Tika mengungkapkan, jika saat ini bukan hanya produksi lumpia saja, tapi juga berinovasi dengan produksi lain yakni, cakue isi ayam.

Dari masing-masing produk ini, bisa diorder dalam bentuk jadi (siap makan), atau frozen food, yang dikemas dalam satu box berisi 5 biji lumpia atau cakue ayam, dengan harga Rp 16 ribu.

“Dua hari sekali, kami kedatangan order dari resseller antara 20 sampai 30 box. Kami juga menyediakan stok 30 biji, bentuk frozen, setiap hari. Kami bersyukur usaha pertama kami ini lancar, menambah penghasilan dalam masa pandemi. Jika diberikan kesempatan akan membuka stan khusus, sekaligus pemasaran secara langsung,” pungkasnya. (sty)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *