PMI Banyuwangi kembali Gelar Operasi Katarak Gratis

BANYUWANGI, SURYAKABAR.com – Warga Banyuwangi antusias mengikuti operasi katarak gratis yang digelar Palang Merah Indonesia (PMI) Banyuwangi, Selasa (30/11/2021). Ini merupakan tahun ke-7 pelaksanaan kegiatan tersebut.

Kegiatan ini hasil kerja sama PMI dengan Yayasan Kemanusiaan Indonesia (YKI) The John Fawcett Foundation (JFF). Selama enam hari, Senin (29/11/2021) hingga Sabtu (4/12/2021), masyarakat yang telah mendaftar diperiksa secara bergiliran.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani yang membuka acara tersebut menyatakan apresiasi yang tinggi kepada PMI dan Yayasan JFF yang kontinyu menggelar aksi sosial ini.

Menurut Ipuk, kegiatan ini adalah sinergi yang positif untuk membantu meningkatkan derajat kesehatan warga, terutama warga kurang mampu.

“Ini sinergi yang nyata untuk membantu pembangunan di bidang kesehatan. Kami berterima kasih, karena banyak pihak yang membantu penanganan masalah kesehatan di Banyuwangi,” jelas Ipuk.

Dalam kesempatan itu, Ipuk tampak menyapa dan memberikan semangat kepada pasien yang akan melakukan pemasangan bola mata palsu. Salah satunya, gadis kecil yang tidak memiliki bola mata sebelah kanan sejak lahir. “Semangat ya, Nak,” kata Ipuk menyemangati yang disambut senyum malu-malu Salsabila.

Ibu gadis tersebut mengaku sebelumnya tidak pernah terpikir melakukan pemasangan bola mata pada putrinya karena terkendala biaya. Namun, dia mengaku lega, setelah puskesmas memberi tahu acara ini, dan tidak dipungut biaya alias gratis.

“Alhamdulilah. Akhirnya anak saya bisa punya bola mata, meski tidak permanen,” katanya.

Dijelaskan Wakil Ketua I PMI Banyuwangi, Nurhadi, pemeriksaan mata dan operasi katarak gratis ini sebenarnya kegiatan rutin setiap tahun. Namun, akibat Covid-19, kegiatan ini tertunda.

“Kegiatan ini sudah kami adakan sejak 2014, namun tertunda satu tahun akibat pandemi Covid-19. Ada yang berbeda dengan bakti sosial saat ini. Untuk menghindari kerumunan, kami tiadakan pemeriksaan mata dan school screening. Hanya ada operasi katarak dan pemasangan bola mata palsu (protesa) saja,” terang Nurhadi.

Senior Project Manager YKI JFF, Nyoman Wardhana menyebutkan, baksos ini menyasar 200 target. Bahkan, hingga saat ini target 200 orang tersebut telah terlampaui. Dan JFF terus berupaya menjaring orang-orang yang mengalami penyakit katarak selama berlangsungnya program ini.

”Para peserta baksos kali ini sebenarnya adalah peserta yang harusnya menjalani operasi katarak dan pemasangan protase pada Maret 2020 lalu. Namun karena pandemi, terpaksa kami undur pelaksanaannya,” kata Nyoman.

Selama pengobatan ini, kata Nyoman, pihaknya membawa enam dokter spesialis mata dan beberapa tenaga medis. Untuk operasi katarak dilakukan di dua tempat. Yang pertama di dalam sebuah bis yang ditempatkan di markas PMI Banyuwangi, sedangkan lokasi lainnya ditempatkan di RSUD Blambangan.

Masing-masing pasien menjalani operasi katarak selama 15 menit. Sementara untuk pemasangan bola mata, membutuhkan waktu agak lama, karena bola mata tidak bisa langsung dipasang. Harus diukur dulu, baru kemudian dibuatkan dan dipasang.

Untuk diketahui, semenjak kegiatan ini digelar pada 2014 hingga saat ini, terhitung warga Banyuwangi yang telah mengikuti pemeriksaan mata total sebanyak 16.610 orang. Operasi katarak 1.960 orang. Pemasangan bola mata palsu 81 orang. Pemberian kacamata 9.600 orang. Pemberian obat 5.240 orang. Dan school screening bagi pelajar SD dan SMP 3.831 orang. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close