Seniman Perempuan di Sidoarjo, Rintis Sanggar Seni dan Budaya dari Mojoagung kemudian Boyongan ke Sidoarjo
SIDOARJO, SURYAKABAR.com – Seniman perempuan asal Jombang, Titik Purwanti, rela boyongan ke Sidoarjo untuk mengembangkan seni dan budaya, di sanggar miliknya yaitu, Sanggar Kreasi Bunda di Jenggolo, Sidoarjo.
Sanggar seni dan budaya ini dia rintis sejak 2000, melanjutkan sanggar seni yang dia rintis setahun sebelumnya, sekitar 1999 di Mojoagung yaitu, Sanggar Kreasi Annisa.
Perempuan kelahiran 1972 ini, telah menekuni seni dan budaya, saat masih duduk di bangku SD, atas dorongan dari kedua orangtuanya.
Semasa kecil, orangtua Titik Purwanti mengenalkan kesenian, karena Titik Purwanti dianggap sebagai anak yang pemalu.
Untuk melawan rasa kurang percaya diri atau pemalu itu, keluarganya berinisiatif memperkenalkan Titik Purwanti ke seni. Lambat laun, Titik akhirnya berani tampil di hadapan umum dan tidak lagi menjadi anak pemalu.
BACA JUGA:
Bak gayung bersambut, Titik tidak menemui kesulitan masuk ke dunia seni. Ini karena ada darah seni mengalir di diri Titik. Mbah-buyutnya asal Yogyakarta juga bapak dan ibunya, merupakan pelaku seni di Jombang.
“Dulu saya dianggap pemalu. Sangking kepinginnya keluarga melihat saya berani tampil, sehingga harus mendatangkan guru seni untuk mengajari saya tentang kesenian, dari SD sampai SMP,” kata Bunda Titik, sapaan Titik Purwanti kepada suryakabar.com, Senin (25/10/2021).
Karena rutin belajar kesenian, lanjut Bunda Titik, bukan lagi mahir berkesenian, tapi menjadi hobi berkesenian. Bahkan, saat menginjak pendidikan tingkat SMA, sekitar 1989, dirinya sudah ditawari untuk memberi pelatihan seni tari bagi putra-putri karyawan pabrik gula Jombang Baru, setiap Sabtu, pukul 16.00 WIB sampai 18.00 WIB.
“Setahun kemudian (1990), saya ke Surabaya melanjutkan pendidikan jurusan Sekretaris, dan baru kembali mengajar seni tari lagi, sekitar 1999 dengan mendirikan Sanggar di Mojoagung, Sanggar Kreasi Annisa,” kenangnya.
Di tahun selanjutnya, 2000, Bunda Titik mengungkapkan, dirinya harus rela meninggalkan sanggar baru didirikannya 1999 itu, seiring dengan panggilan tugas sebagai seorang guru, atau pembina seni dan budaya di lembaga pendidikan di Sidoarjo.
“Karena panggilan tugas di sini (Sidoarjo), sanggar seni yang baru saja saya dirikan ikut saya boyong. Dan berganti nama menjadi Sanggar Kreasi Bunda ini,” ujarnya.
Hingga kini, sudah 20 tahun Sanggar Kreasi Bunda sukses berada di Sidoarjo, imbuh Bunda Titik. Selain telah banyak dikenal masyarakat luas, siswanya juga banyak yang sukses meraih prestasi di bidang seni lukis, tari, dan pantomim.
“Di sanggar ini, para siswa diajarkan berbagai bidang seni, kecuali musik. Di antara bidang seni yang prestasinya menonjol adalah seni tari, lukis, dan pantomim,” pungkas ibu dari empat anak ini. (sty)