Entas Permukiman Kumuh, Perindo bersama Paslon Nomor Urut 2 Berkomitmen Wujudkan Rumah Sehat dan Indah
SURABAYA, SURYAKABAR.com – Permukiman kumuh merupakan salah satu permasalahan serius di Surabaya. Ini masih bisa dilihat seperti di Kupang Krajan, Urip Sumoharjo, Banyuurip, Dinoyo dan kawasan stren kali.
Tentu masalah ini bisa fatal jika tetap dibiarkan. Pengentasan masyarakat miskin dari rumah tak layak huni dan lingkungan kumuh menuju permukiman rumah sehat dinilai akan mampu menurunkan angka kemiskinan.
Untuk itu, Partai Perindo bersama paslon nomor urut 2, Machfud Arifin-Mujiaman (MAJU) berkomitmen untuk mewujudkan rumah kumuh menjadi rumah sehat dan indah di Kota Surabaya.
Ketua DPD Partai Perindo Kota Surabaya Samuel Teguh Santoso mengatakan, terbatasnya lahan di Surabaya, mengharuskan pembangunan kota ini untuk berorientasi pada pembangunan vertikal yang berwawasan lingkungan. Yaitu rumah dalam bentuk apartemen yang dilengkapi infrastruktur dasar seperti sambungan air minum, listrik dan sanitasi sehat. Ini tentu akan dapat memperbaiki kualitas hidup masyarakat.
Nah, untuk mewujudkan rumah kumuh menjadi indah dan sehat tidak perlu merelokasi penghuninya atau mengubah apa yang menjadi ikon kawasan tersebut. Warga tetap bisa menempati hunian vertikal, bahkan tidak mengubah status kependudukannya. Tidak itu saja, warga nanti diberikan sertifikat hak guna bangunan (HGB) yang dapat dijadikan agunan pinjaman untuk modal usaha. Selain itu, ada kepastian hukum.
“Dengan tinggal di apartemen, mereka akan hidup teratur, tertib, disiplin, dan punya karakter yang baik. Tapi semua itu perlu kesepakatan warga,” ujar Samuel Teguh Santoso, Senin (5/10/2020).
Lebih jauh, Samuel mengatakan, untuk pembangunan rumah sehat dan indah perlu menggandeng
pengusaha properti. Misal kawasan permukiman kumuh itu seluas dua hektare, nanti akan dibangunkan dua apartemen yang bisa dihuni ribuan warga. Satu apartemen untuk warga, dan yang satunya oleh pengusaha bisa ditawarkan ke orang lain.
“Kalau sebelumnya warga memiliki lahan yang luas, bisa mendapatkan unit besar atau pojok. Bahkan kalau kelebihan akan dapat uang kembalian atau dapat perabot rumah baru. Ini sangat menguntungkan warga,” urainya.
Kalau warga yang tinggal di permukiman kumuh mau atau setuju dengan konsep yang dia tawarkan, lanjut Samuel, maka Surabaya akan menjadi kota metropolitan yang indah.
“Generasi mudanya akan bangga, karena tinggal di apartemen. Sebab mereka punya status sosial yang tak rendah,” tutur Samuel.
Dia menuturkan, rumah sehat dan indah bisa mewujudkan harapan warga miskin memiliki kawasan tempat tinggal yang layak. Sehingga berdampak terhadap cara berpikir dan masyarakatnya sehat, nyaman, dan tenteram.
“Kami bersama Pak Machfud menggagas program rumah sehat dan indah guna memperbaiki estetika Kota Surabaya. Tentunya, untuk menata kota ini Pemkot Surabaya dan pengusaha properti harus hadir mengembangkan kawasan kumuh menjadi indah dan sehat dengan mendirikan hunian vertikal,” terangnya.
Pembangunan rumah-rumah sehat dan indah tersebut bisa didanai APBD Kota Surabaya atau kerja sama dengan pihak ketiga (pengusaha). Sedangkan lahannya bisa disediakan pemkot, baik melalui mekanisme pembebasan lahan milik warga dengan sistem ganti untung maupun menggunakan lahan aset pemkot.
“Suksesnya pembangunan rumah sehat dan indah bukannya tanpa hambatan. Namun, dibutuhkan edukasi-edukasi bertahap kepada warga untuk mengubah perilaku dari lingkungan rumah kumuh menjadi rumah sehat dan indah,” ucapnya.
Samuel melihat masih banyak permukiman kumuh di Surabaya yang tersebar di 21 kelurahan. “Ya saya tak menuduh. Tapi faktanya banyak yang belum tersentuh, utamanya di daerah pinggiran. Karena itu, kalau Pak Machfud Arifin jadi Wali Kota Surabaya nanti pembangunan akan merata. Artinya, tidak hanya fokus di tengah kota saja, tapi daerah pinggiran juga akan diperhatikan. Yang jelas, semua itu perlu kajian mendalam,” pungkasnya. (be)