Ini Kawasan Sekolah di Sidoarjo yang Berpotensi Lebih Dulu Lakukan Pembelajaran Tatap Muka
SIDOARJO, SURYAKABAR.com – Petunjuk Standar Operasional (SOP) pembelajaran tatap muka di sekolah, telah tersusun dan dikerjakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sidoarjo. Namun, tentang aturan tersebut belum bisa diterapkan secara langsung kepada sekolah-sekolah di Sidoarjo, karena saat ini Sidoarjo masih berstatus zona merah.
Hal itu juga dilakukan, sejalan dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) empat menteri dan surat dari Sekretaris Jenderal Kemendikbud terkait Panduan Penyelenggaraan Pendidikan di Masa Pandemi Covid-19.
Kepala Dikbud Sidoarjo, Asrofi mengatakan, pihaknya telah melakukan kunjungan ke sejumlah sekolah di Sidoarjo. Beberapa sekolah di Sidoarjo masuk kriteria yang bisa menggelar pembelajaran tatap muka sesuai SOP pembelajaran tatap muka yang telah dibuat.
Ia mencontohkan, sejumlah kriteria sekolah yang akan berpotensi mengawali pembelajaran secara tatap muka seperti sekolah yang sebagian besar siswanya merupakan warga sekitar, sekolah tidak berada di kawasan rawan sebaran Covid-19, dan sekolah yang memiliki area luas.
“Kondisi dan lingkungan sekolah perlu menjadi pertimbangan, termasuk peran wali murid. Kita imbau kepada seluruh jajaran agar tidak ceroboh dalam penerapannya nanti,” kata Asrofi kepada awak media termasuk suryakabar.com, Rabu (19/8/2020).
BACA JUGA:
Lebih lanjut Asrofi menyebut, wilayah yang boleh mengadakan pembelajaran secara tatap muka saat ini lebih luas. Awalnya hanya untuk sekolah di zona hijau, kini bertambah untuk zona kuning.
“Jika wilayahnya sudah berstatus kuning atau hijau, itu yang nantinya lebih dulu melakukan proses pembelajaran tatap muka. Tapi dengan tetap menaati SOP protokol kesehatan, karena ini masih dalam tatanan new normal,” terangnya.
Ia menambahkan, setelah melakukan kunjungan ke beberapa sekolah, pihaknya akan menentukan mana saja sekolah yang dinilai boleh menampung 50 persen dari seluruh jumlah siswanya dan sekolah yang hanya 25 persen saja perkelasnya.
Misalnya, potensi daerah sekolah yang akan mengawali proses pembelajaran secara tatap muka, lanjut Asrofi yakni sekolah di Kecamatan Jabon, Tanggulangin dan Tarik.
“Nantinya, sekali tatap muka tiga jam, mata pelajarannya dua sampai tiga saja. Begitu juga dengan jam masuknya, bisa bervariasi seperti, sebagian siswa masuk jam tujuh, ada yang mulai setengah delapan, dan ada yang jam delapan, sehingga saat pulang tidak bergerombol,” pungkasnya. (sty)