Dewan Dukung Kebijakan Pemkot Surabaya Tiadakan Aktivitas di Sekolah

SURABAYA, SURYAKABAR.com – Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Reni Astuti mengapresiasi kebijakan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini untuk meniadakan aktivitas di sekolah.

Ini menyusul adanya tenaga pengajar yang terpapar Covid-19, akhirnya Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menerbitkan Surat Nomor 800/7331/436.8.3/2020 agar seluruh pegawai di lingkungan sekolah melaksanakan tugas kedinasan di rumah dan tidak mengadakan kegiatan di sekolah.

Surat ini berlaku untuk sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) baik negeri maupun swasta.
“Wali kota mengakomodir fakta yang ada, memang banyak guru yang terpapar Covid-19. Tidak ditutup-tutupi,” ungkap Reni Astuti, Senin (17/8/2020).

Reni Astuti mengatakan, fakta melonjaknya jumlah guru yang terpapar Covid-19 juga disampaikan langsung Risma saat bertemu Reni Astuti usai upacara peringatan HUT ke-75 Kemerdekaan RI di Balai Kota, Senin (17/8/2020).

“Penambahan jumlah pasien konfirmasi positif beberapa hari terakhir banyak yang guru. Data pemkot lengkap dan terupdate, siapa dan di mana warga yang terpapar Covid-19 bisa cepat terdeteksi, termasuk guru,” jelas Reni Astuti.

BACA JUGA:

Saat bertemu wali kota, Reni juga menyarankan agar selama 14 hari sekolah tidak ada kegiatan. Semua guru bisa melakukan work from home (WFH). “Nanti untuk yang piket bisa diatur. Lebih untuk menjaga keamanan sekolah. Tetapi guru mengajar dari rumah,” ungkap politisi perempuan PKS ini.

Sebelumnya, Reni Astuti beberapa kali menerima laporan dari guru, banyak rekan kerjanya yang meninggal dan terpapar Covid-19. Menindaklanjuti laporan tersebut, Reni Astuti menemui pengurus PGRI Kota Surabaya untuk mendengarkan dan meminta masukan guna melindungi kesehatan guru, Sabtu (15/8/2020).

Reni Astuti berharap agar upaya ini dapat memutus mata rantai penyebaran Covid di sekolah. Harapannya ketika kurva pandemi semakin menurun dan Surabaya dapat masuk ke zona kuning di mana sekolah sudah dapat menyelenggarakan pembelajaran tatap muka. Sekolah sudah lebih siap.

“Sekolah sudah dilockdown dan disterilisasi dengan penyemprotan disinfektan serta guru sudah menjalani tes swab utamanya yang hasil tracing,” pungkasnya. (be)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *