PPTQ Darul Fikri Sidoarjo Wisuda 186 Siswa dan Santri Secara Daring, Online

SIDOARJO, SURYAKABAR.com – Pondok Pesantren Tahfiz Al Quran (PPTQ) Darul Fikri, Sukodono, Sidoarjo mewisuda 186 siswa dan para santrinya secara daring, online. Tergabung dari siswa kelas tiga tingkat SMP Islam Terpadu (SMPIT) ada 135 siswa dan di tingkat MA Islam Terpadu (MAIT) ada 33 santri.

Sekolah berbasis pondok pesantren (Ponpes) dan terkenal dengan hafalan Al-Quran (hafizh) itu, tetap berantusias menggelar wisuda ditengah pandemi Covid-19 ini. Harapannya, agar siswa maupun santri yang lulus, terus termotivasi mengembangkan keilmuannya tentang agama khususnya di jenjang yang lebih tinggi.

Kepala SMPIT Darul Fikri Sidoarjo, Basuki Rakhmad mengatakan, acara pelepasan siswa di sekolah tersebut digelar secara serentak, atau wisuda akbar. Sebagai apresiasi pihak sekolah terhadap siswa setelah berhasil menyelesaikan proses pembelajaran maupun ujian selama adanya pandemi Covid-19 ini.

“Kami apresiasi sekali kepada anak didik kami, dan sekaligus memberi semangat. Sebuah perjuangan yang luar biasa bagi kami mereka bisa sampai berhasil menghadapi ujian ditengah pandemi Covid-19 ini,” kata Basuki Rakhmad kepada suryakabar.com, Sabtu (27/6/2020).

BACA JUGA:

Setelah melakukan pelepasan siswa, dalam acara wisuda akbar tersebut, lanjut Basuki, sapaan akrab Basuki Rakhmad, terkait proses belajar mengajar masih menunggu anjuran pemerintah. Selain itu, juga telah dipersiapkan strategi khusus bagi calon siswa baru.

“Berkaitan bagaimana kurikulumnya nanti, tetap perlu penyesuaian. Proses pembelajaran nanti untuk siswa atau santri baru sudah disiapkan tiga strategi khusus. Baik secara online maupun tatap muka sudah siap. Tidak ada kendala selama ini,” ungkapnya.

Kepala MAIT Darul Fikri Sidoarjo, Angga Wahyu Wardhana mengatakan, pihaknya mengapresiasi para santrinya. Sebab, beberapa santri telah berhasil terlebih dulu diterima di sejumlah jenjang pendidikan lanjutan. Bahkan, beberapa santri kini tengah mengikuti seleksi pendidikan di luar negeri, Maroko dan Timur Tengah.

“Yang ke luar negeri ada lima masih seleksi. Tapi, yang sudah berhasil diterima juga ada. Ada yang diterima di Politeknik Negeri Jember, dan yang di Perguruan Tinggi Negeri di Surabaya pun ada, karena prestasinya,” tandasnya. (sty)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *