Wawali Surabaya ODP akan Jalani Karantina

SURABAYA, SURYAKABAR. com – Wakil Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana menjadi korban atas molornya informasi hasil tes swab yang disampaikan kepada warga Kedung Turi.

Saat ini Whisnu Sakti Buana yang juga Wakil Wali Kota Surabaya harus menjalani karantina mandiri, karena berstatus orang dalam pemantauan (ODP) setelah mengunjungi warga Kedung Turi.

Mulanya WS, panggilan Whisnu Sakti Buana, mendapat kabar pemulangan 15 warga yang sedang menjalani karantina di sebuah hotel di kawasan Gubeng, Sabtu (30/5/2020).

Guna menguatkan dan menyemangati warga, WS berniat menyambangi beberapa warga pasca karantina tersebut. Sekaligus ingin mendengar pengalaman selama menjalani karantina pada, Minggu (31/5/2020) sore.

Saat itu, banyak warga karantina mengeluh dan melaporkan tidak adanya fasilitas pendampingan tenaga medis, selimut, hingga vitamin dan makanan, membuat raut muka orang nomor dua di Pemkot Surabaya ini terkejut.

“Saya jadi tahu ternyata kondisinya seperti itu. Karena laporan yang sampai ke kami yang bagus-bagus saja. Ini temuan di lapangan,” terangnya.

BACA JUGA:

Rasa terkejut WS tidak sampai di situ. Sebab, dari 15 warga yang mulanya dinyatakan negatif Covid-19, ternyata diralat pihak Puskesmas Kedungdoro setelah kunjungan WS. Lima di antara warga tersebut kembali dinyatakan positif.

“Iya ini saya akan melaporkan kepada Bu Wali. Kenapa Dinkes bisa kecolongan. Memulangkan warga yang masih berstatus positif Covid-19,” kata politisi PDI-P ini, Rabu (3/6/2020).

WS menyatakan, laporan temuan di lapangan menyoal fasilitas pendampingan tenaga medis, maupun data yang diralat sudah disampaikan via telepon kepada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

Untuk itu, WS meminta izin kepada Risma untuk menjalani karantina mandiri. ”Iya sekaligus (meminta izin). Saya juga akan menyampaikan kepada Bu Wali agar berhati-hati dan menjaga kesehatan,” tandas WS.

Dia menyatakan, dirinya akan menjalani karantina mandiri. ”Insya Allah tidak ada apa-apa. Karantina itu hal biasa. Ini risiko ketika turun menguatkan warga di perkampungan. Mendengar apa perkembangan maupun kekurangan kami di Pemkot. Mohon doanya,” terang WS.

Terpisah, Ketua RT 04/RW 08, Kedung Turi, Kelurahan Kedungdoro, Kecamatan Tegalsari, Malik mengaku resah atas kabar diralatnya data warga tersebut.

Dia menegaskan, sejak pemulangan belasan warganya, Dinkes Surabaya sudah menyatakan negatif Covid-19.

”Tapi hasil tes swab tidak segera diumumkan. Warga ditelepon satu per satu di kamar dikatakan siap-siap untuk pulang. Ternyata seperti ini. Kami harus percaya kepada siapa?” ujar Malik.

Dia bersama seluruh warga kampung sudah telanjur bahagia mendengar informasi pemulangan tersebut. ”Kalau begini, saya selaku RT dibuat bingung dan sedih. Saat ini upaya menenangkan warga sedang dilakukan,” ungkap Malik. (be)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *