Wawali Surabaya Kunjungi Warga Kedung Turi yang Kembali ke Rumah Usai Dikarantina
SURABAYA, SURYAKABAR.com – Wakil Wali Kota (Wawali) Surabaya Whisnu Sakti Buana memberikan ucapan selamat kepada belasan warga kampung Kedung Turi atas kepulangan mereka kembali ke rumah.
Sekitar 15 warga RT 04 RW 08 Kedung Turi, Kelurahan Kedungdoro, Kecamatan Tegalsari, Surabaya ini sempat menjalani karantina di sebuah hotel kawasan Gubeng.
Mereka menjalani karantina lantaran dinyatakan reaktif saat menjalani rapid test yang dilakukan Pemkot Surabaya di Siola, Jumat pekan lalu.
“Saya ingin mendengar langsung bagaimana kondisi saat ini. Apa yang menjadi evaluasi bagi kami di Pemkot Surabaya dalam melakukan karantina,” terang Whisnu Sakti Buana yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Surabaya.
Dia mengakui tidak menampik kemungkinan adanya kekurangan selama pelayanan isolasi. ”Karena selama ini laporan yang masuk ke saya cuma bagus-bagus saja. Saya ingin dengar sendiri dari yang menjalani,” kata WS, panggilan Whisnu Sakti Buana.
Politisi PDI-P ini berpesan agar warga tetap menjaga kesehatan diri walau sudah boleh pulang. Khususnya bagi mereka yang sedang dalam pemulihan sakit seperti, tifus dan demam berdarah.
BACA JUGA:
WS juga meminta agar nantinya tetap ada pendampingan dokter dan ahli gizi bagi warga yang sudah pulang dari karantina ini. “Jangan sampai hasil swab-nya negatif, tapi nanti tifusnya tambah parah,” tegasnya.
Selain itu, lanjut dia, Pemkot Surabaya akan terus berkoordinasi dengan Puskesmas. Fokusnya untuk memantau kondisi kesehatan warga yang sudah pulih.
Kehadirannya menyapa warga ini dikatakan WS sekaligus sebagai ‘kado’ perayaan Hari Jadi Kota Surabaya ke-727.
“Iya. Anggap saja ini perayaan di tengah pandemi. Ke depan kita harus bergotong-royong skala besar agar bisa selesai. Jangan lupa berdoa, pakai masker dan jaga jarak,” tandasnya.
Terpisah, Ketua RT Kedung Turi Surabaya, Malik menyatakan puluhan warga tersebut sudah dipulangkan sejak, Sabtu (30/5/2020) malam.
Malik mengatakan, dari 22 warga yang menjalani rapid test 15 di antaranya dinyatakan reaktif. Selama hampir seminggu warga tersebut akhirnya dinyatakan negatif.
“Tapi sayangnya pelayanan selama isolasi minim. Tidak ada perawat, tidak ada vitamin. Makan juga kurang. Untuk itu berhubung Pak Whisnu datang untuk mendengar, kami sampaikan,” kata Malik.
Dia berharap agar proses isolasi yang masih berjalan di tempat lain tidak seperti yang dialaminya.”Semoga dengan kehadiran Pak Wawali bisa ada perubahan,” imbuh Malik. (be)