Siswa Pranata Training Center Baca Puisi saat Bakti Sosial di Griya Werdha, Para Lansia Teteskan Air Mata
SURABAYA, SURYAKABAR.com – “Cinta tak pernah datang terlambat”. Kiasan kalimat itu ada benarnya. Kisah Sudarto misalnya. Penghuni UPTD Griya Werdha, Panti Lansia (Lanjut Usia) di Jl. Ketintang Madya VI No. 15 A, Jambangan, Surabaya ini memiliki kisah romantisme di usia senja. Kakek yang sudah berusia 97 tahun itu menaruh hati kepada Sulami.
Pria lulusan Sekolah Rakyat (SR) kala itu, bercerita tentang kisah romantisnya selama menjadi penghuni di sana.
Kisah kakek yang juga mantan pemain ludruk Sidomulyo Jombang itu terpikat nenek berusia 56 tahun yang baru empat bulan menjadi penghuni di lingkungan itu.
Kehadiran Sulami membuat Sudarto makin bersemangat. Bibirnya merekah tatkala nama Sulami disebut. “Dia wanita yang baik. Kadang dia juga membantu mencucikan pakaian saya,” ucapnya.
Pria yang mempunyai empat anak ini mengaku pertama kali bertemu dengan nenek asal Kediri itu di musala. “Usai shalat Dhuha di musala, saya bertemu pertama kali dengan dia,” sebut Sudarto yang sukses meluluskan empat anaknya kuliah di ITS Surabaya itu.
Sudarto menceritakan, ada momen lain yang dia buat untuk menarik simpatik Sulami. “Acara diluar kegiatan rutin sehari-hari. Seperti hari ini, ada acara bakti sosial di Aula. Disitu saya biasanya bernyanyi atau mengajak berjoget Sulami,” ucapnya sembari tersenyum.
Ya, saat itu memang sedang diadakan kegiatan bakti sosial dari Pranata Training Center di Panti Griya Werdha.
Kakek yang hobi bernyanyi itu memanfaatkan momen tersebut. Ia menggandeng Sulami untuk berjoget dan bernyanyi bersamanya di depan. Senyum lebar Sudarto dan Sulami kembali merekah.
Pranata Training Center merupakan perusahaan yang bergerak dalam pendidikan transportasi udara. Pada kesempatan bakti sosial ini Pranata Training Center mengajak 50 anak didiknya terjun langsung merasakan kegiatan sosial kemanusiaan tersebut.
“Termasuk bakti sosial kepada orang tua seperti ini. Hal seperti ini sangat penting bagi anak didik kami untuk memupuk rasa jiwa sosial yang tinggi dan berakhlak mulia. Sehingga, harapan saya, para anak didik memiliki bekal jiwa baik yang kuat,” terang Anggun Permata Sari, pimpinan di Pranata Training Center usai acara, Sabtu (7/9/2019).
Ditambahkan Anggun, kegiatan seperti ini rutin diadakan setiap tahun. Menurutnya, kegiatan positif seperti ini sangat bermanfaat bagi Pranata Training Center dan anak didiknya, sehingga mampu mewujudkan rasa peduli dan kemanusiaan terhadap sesama.

Dalam kegiatan bakti sosial di Panti Lansia, UPTD Griya Werdha kali ini juga digelar tampilan hiburan aksi kreativitas dari anak didik Pranata Training Center. Di antaranya, memainkan drama kolosal Rama dan Shinta, pembacaan puisi dan pemberian santunan kepada penghuni panti.
Ketika pembacaan puisi dari salah satu siswa didik, tidak sedikit mata dari beberapa orang lanjut usia itu berkaca-kaca. Ini karena, isi puisi berkisah tentang pengorbanan orang tua kepada anaknya. Mereka yang tak mampu membendung, meneteslah air mata di pipi, karena rasa kesedihan dan kerinduan.
Diketahui, Sudarto saat ini tinggal bersama 12 orang lainnya di Ruang Melati. Sudarto sudah satu tahun lebih berada di ruangan itu. Sebulan sekali empat anaknya bergiliran menengok pria asal Madura itu.
“Setiap bulan anak saya ke sini. Mereka bergiliran membawakan saya uang, makanan, dan pakaian,” terang kakek yang ditinggal istrinya meninggal pada 2001 silam.
Musala yang menurut Sudarto tempat bersejarah ini merupakan salah satu fasilitas yang diberikan kepada penghuni Panti Lansia. Di tempat itu, rutin diadakan kegiatan shalat lima waktu hingga shalat sunnah Dhuha dan Tahajjud. Tak hanya itu, para pendamping Lansia di sana juga mengajarkan membaca Al-Quran dan membaca surat-surat pendek.
Selain Sudarto, kakek yang mengaku biasa dipanggil dengan sebutan MBO atau Mbah Bambang Ompong terlihat enerjik. Pada usia yang tidak muda lagi, ia terlihat paling aktif mengikuti setiap kegiatan di antara puluhan penghuni Panti Lansia lainnya. Saat itu ia mengaku senang dan ingin kegiatan seperti ini diadakan rutin.
“Senang sekali. Kalau seperti ini jadi banyak hiburan, sehingga tidak bosan di sini,” ujar kakek yang berprofesi sebagai guru sebelum tinggal di Panti Lansia tersebut.
Sementara itu, Heri Susanto, (29) Pendamping Lansia di sana menyebut jika di UPTD Griya Werdha yang dikelola Pemerintah Kota Surabaya saat ini dihuni 156 lansia yang berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur. Rinciannya, laki-laki 58 orang dan penghuni perempuan 98 orang.
“Ada sekitar 30 pendamping lansia yang setiap hari mengurusi para penghuni di sini. Mulai mendampingi membaca di perpustakaan, merawat luka penghuni hingga menyiapkan makanan,” pungkasnya.
Kebutuhan sandang pangan dan papan mereka pun sudah terpenuhi dengan baik, berkat bantuan dari Pemerintah Kota Surabaya. Namun, tetap saja ada yang kurang, yaitu perhatian keluarga. (es)