Tekan Kasus TBC di Sidoarjo, Bupati Dukung Terbentuknya Tim DPPM dan KOPI
SIDOARJO, SURYAKABAR.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo terus berupaya mencegah dan memberantas penyakit Tuberculosis atau yang biasa disebut penyakit TBC.
Salah satunya dengan menggelar workshop pembentukan tim DPPM (District-Based Public Private Mix) dan KOPI (Koalisi Organisasi Profesi) untuk penanggulangan TBC di Sidoarjo yang dibuka Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah.
Seiring terbentuknya Tim DPPM dan KOPI ini diharapkan dapat menekan kasus TBC di Sidoarjo. Turut hadir perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Ketua KOPI Provinsi Jawa Timur Dr. Soedarsono SpP(k), Project Manager KNCV Dr. Yeremia Prawiro Mozatruntu, serta Kepala Dinkes Kab. Sidoarjo, Drg. Syaf Satriawarman, Sp.Pros di Fave Hotel Sidoarjo, Kamis (25/7/2019).
Kepala Dinkes Kabupaten Sidoarjo, Drg. Syaf Satriawarman, Sp.Pros dalam laporannya menyebut, penyakit Tuberkulosis adalah salah satu masalah kesehatan utama di Indonesia. Pada 2017 Indonesia menempati urutan tiga besar secara global. Indonesia berada setelah India dan Tiongkok. Provinsi Jawa Timur merupakan peringkat ke-dua setelah Jawa Barat. Sementara Kabupaten Sidoarjo urutan ketiga, setelah Surabaya dan Jember.
Maka dari itu perlu pembentukan Tim DPPM di Kabupaten Sidoarjo. Merujuk Peraturan Menteri Kesehatan No. 67 tahun 2016 pasal 2, penanggulangan tuberkulosis melibatkan semua pihak terkait baik pemerintah, swasta maupun masyarakat dalam bentuk jejaring kolaborasi PPM berbasis kab/kota.
Kabupaten Sidoarjo membentuk tim DPPM dan KOPI guna menekan kasus TBC di Sidoarjo. Peserta Workshop berjumlah 26 orang. Mereka dari organisasi profesi, OPD terkait, TP PKK, perwakilan Organisasi Masyarakat, rumah sakit, Puskesmas dan BPJS Kesehatan.
Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah menyambut baik dan mendukung penuh terbentuknya tim DPPM dan KOPI di Kabupaten Sidoarjo. Diharapkan dapat menekan kasus TBC di Sidoarjo dan memaksimalkan pencegahan hingga ke desa-desa di wilayah Kabupaten Sidoarjo, agar dapat mengurangi angka kematian yang disebabkan penyakit TBC ini.
Dalam kesempatan tersebut Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah menerangkan, penyakit TBC merupakan penyakit menular yang disebabkan kuman mycobacterium tuberculosis. Kuman tuberculosis paling sering menyerang organ tubuh paru-paru, tetapi bisa juga menyerang organ tubuh lainnya, seperti kelenjar getah bening, tulang, otak, kulit dan lainnya.
Gejala utama penyakit TBC, lanjut Saiful Ilah, adalah batuk terus menerus selama dua minggu lebih, sedangkan gejala lainnya antara lain demam meriang berkepanjangan, sesak nafas dan nyeri dada, berat badan menurun, kadang dahak bercampur darah, nafsu makan menurun dan berkeringat di malam hari meskipun tidak melakukan aktivitas. (wob)