Tukang Tambal Ban Naik Haji, Menabung Tiap Hari Rp 20 Ribu Ditaruh di Bawah Kasur
SIDOARJO, SURYAKABAR.com – Menjalankan ibadah haji ke tanah suci, tidak pandang profesi. Seperti yang dialami lelaki 54 tahun sebagai tukang tambal ini.
Subandi (54) warga Desa Gelam Kecamatan Candi Sidoarjo ini sejak duduk di bangku Sekolah Dasar sudah menjadi anak yatim. Kemudian dia memutuskan bekerja mencari uang untuk kebutuhan makan sehari-hari.
Awalnya berjualan es dan kue keliling kampung, setelah pulang sekolah. Penghasilan itu pun dirasa tidak cukup untuk kebutuhan sehari-hari, akhirnya dia membantu menjadi seorang tukang tambal ban di pinggir jalan.
Setelah keluar dari sekolah, Subandi memutuskan mendirikan tambal ban sendiri di pinggir jalan. Menurutnya, bekerja sebagai tukang tambal ban bisa membantu orang lain.
Sebagai tukang tambal ban, dia sering dimarahin orang lain, namun kejadian menyakitkan itu tidak membuatnya patah semangat.
Dalam perjalanan hidupnya, Subandi menikahi Intarti (51). Dari pernikahan tersebut Subandi dikaruniai tiga anak. Setelah anaknya menginjak dewasa, dia baru berfikir pergi haji.
Awal 2004 Subandi memutuskan menabung untuk menunaikan ibadah haji. Setiap hari memutuskan untuk menabung mulai Rp 20 ribu hingga Rp 50 ribu. Pada 2010 Subandi mendaftar pergi haji.
“Setiap hari kami menabung Rp 20 ribu dan kalau lagi ramai orang nambal ban Rp 50 ribu. Saya menabung uangnya saya simpan di bawah tempat tidur (kasur),” kata Subandi disela-sela menambal ban mobil, Rabu (17/7/2019).
Subandi mengaku, bekerja sebagai tukang tambal ban dilakukan selama 24 jam. Untuk menjaga kesehatan dia tidur saat tidak melakukan aktivitas tambal ban.
Setelah mendapat panggilan dari Kemenag Sidoarjo untuk menunaikan ibadah haji dia bersama istri langsung sujud syukur.
Aktivitas tambal ban bapak tiga anak ini di pinggir jalan tepatnya di utara Pasar Larangan Sidoarjo dan sudah dijalani selama 40 tahun. Subandi bersama Intarti istrinya masuk dalam daftar calon jemaah haji (CJH) kloter 85 dari Kabupaten Sidoarjo.
“Saat mendaftarkan sebagai CJH, kami mengaku sebagai tukang tambal ban. Tapi Alhamdulillah kami bersama istri akan menunaikan ibadah haji tahun ini,” tandas Subandi. (wob)