Porprov Jatim 2019
Kota Pasuruan Kontra Kota Batu Banjir Kartu Kuning dan Satu Kartu Merah
MAGETAN, SURYAKABAR.com – Banjir kartu kuning mewarnai laga pembuka babak kualifikasi Grup D futsal Porprov Jatim VI/2019 saat Kota Pasuruan bentrok melawan Kota Batu di GOR Ki Mageti Magetan, Selasa (26/3/2019).
Pada laga yang berakhir 2-1 untuk kemenangan Kota Pasuruan, lahir delapan kartu kuning dan satu kartu merah. Rinciannya pemain Kota Pasuruan diganjar tiga kartu kuning, Akhmad Sahal menit 19, Moch Nur Hadi menit 32, M Zanuar Ardani menit 36.
Sementara pemain Kota Batu mendapat lima kartu kuning masing-masing Andreas Langgeng Prakoso menit 2, Anggoro Sulistyo Adhi menit 6, Rayana Ishaq Maulana menit 18, Alfan Fachriza Maulana menit 24 dan Selvian Setiawan menit 31. Kiper Rayana Ishaq kemudian mendapat kartu merah langsung menit 24, setelah melakukan pelanggaran keras diluar circle.
“Kami sudah meminta anak-anak untuk bermain sabar, jangan sampai terpancing emosi, namun tetap saja ada pemain kami yang kurang bisa mengontrol emosi,” kata Achmad ‘Gendon’ Afandi, Asisten Pelatih Kota Pasuruan menjawab suryakabar.com usai pertandingan.
Menurut Gendon, akibat terpancing emosi, membuat irama permainan timnya tidak sesuai yang diinginkan. “Permainan kami menjadi kurang bagus,” urainya.
Kota Pasuruan mencetak gol cepat menit 2 lewat tendangan bebas Rayes Maulana Hadi Wasya. Kecolongan gol cepat Kota Batu merespons dengan meningkatkan tekanan. Beberapa kali peluang dimiliki tim asuhan Christian Ariando, namun lemahnya finishing membuat peluang-peluang tersebut gagal menghasilkan gol.
Meski minim memiliki peluang, Kota Pasuruan justru berhasil menggandakan keunggulan menit 24 lewat Fajar Dini Harianto.
Usai lahirnya gol ini Kota Batu bermain dengan empat pemain selama dua menit, setelah kiper Rayana Ishaq diganjar kartu merah langsung. Keunggulan jumlah pemain ini gagal dimanfaatkan Kota Pasuruan. Hingga dua menit berlangsung Kota Pasuruan gagal menambah gol.
Kembali bermain dengan jumlah lima pemain, Kota Batu lebih sering mengancam gawang Kota Pasuruan. Namun upaya untuk menipiskan ketinggalan menemui jalan buntu.
Akhirnya Christian Ariando memutuskan memainkan powerplay ketika pertandingan menyisakan waktu empat menit tujuh detik. Skema ini menghasilkan gol menit 38 lewat Taufik Subarkah.
Berhasil mencetak gol, Kota Batu semakin kencang meningkatkan tekanan. Lagi-lagi peluang yang dimiliki Kota Batu gagal menyamakan kedudukan termasuk dua penalti dari titik kedua yang dieksekusi Alfan Fachriza dan Muhamad Ilyas. Kedua penalti tersebut ditepis kiper Mukhamad Arsyad Maulana. Hingga pertandingan berakhir kedudukan tetap 2-1 untuk kemenangan Kota Pasuruan.
“Pertandingan pertama selalu sulit. Kami bersyukur bisa melewati laga pembuka ini dengan kemenangan,” tandas Gendon, mantan pemain Dyvy FC Sidoarjo.
Kemenangan ini menjadi modal bagi Kota Pasuruan untuk menantang tuan rumah Magetan, Rabu (27/3/2019). Sementara Kota Batu di matchday kedua akan menghadapi Kota Kediri. (es)