Arumi Bachsin : Kekuatan Perajin Terletak pada Rasa
SIDOARJO, SURYAKABAR.com – Industri 4.0 yang terus berkembang sesuai perkembangan zaman, menuntut masyarakat terutama bagi perajin untuk dapat memanfaatkan maupun mengembangkan produk kerajinannya. Akan tetapi, terdapat satu cara yang tidak dimiliki teknologi dalam kerajinan yakni rasa atau taste.
Demikian disampaikan Ketua Dewan Kerajinan Nasional (Dekranasda) Provinsi Jatim Arumi Bachsin saat menghadiri Tasyakuran ke 39 Dekranasda Sidoarjo di Pendopo Delta Wibawa Sidoarjo, Sabtu (9/3/2019).
Ia mengatakan, rasa atau taste tidak dimiliki teknologi sebagai bagian dari kreativitas maupun inovasi yang dimiliki dalam menciptakan motif-motif kerajinan baik batik maupun produk kerajinan tangan lainnya.
Teknologi, diakuinya memberi kecepatan dan kemudahan dalam mengembangkan produk. Akan tetapi, rasa atau taste menjadi kekuatan bagi para perajin untuk terus berkarya dan berinovasi bagi terciptanya produk-produk asli daerah.
Menurutnya, rasa, seni, kreativitas dan proses yang terlibat didalamnya memiliki kekuatan yang tidak bisa digantikan teknologi manapun. Teknologi bisa menjadi alat untuk produktivitas dengan baik. Akan tetapi jika tidak hati-hati eksistensi para pengrajin akan terancam.
“Rasa yang dimiliki pengrajin yang tidak dimiliki teknologi bisa menjadi kekuatan dalam menciptakan inovasi produk seperti batik dan kerajinan tangan yang ada di Indonesia,” ungkapnya.
Dihadapan pengurus Dekranasda Sidoarjo yang hadir, Arumi menegaskan, kemajuan suatu bangsa ditentukan kreativitas bangsa itu dalam mengolah potensi sumber daya yang dimilikinya dan memanfaatkan kesempatan yang tersedia untuk maju berkembang dalam persaingan global.
Terpenting, lanjut Istri Wagub Jatim Emil Elistyanto Dardak itu adalah eksistensi dari Dekranasda, baik provinsi maupun kabupaten/kota. Dengan cara, merefleksikan diri membantu pemerintah daerah agar mampu menggerakkan ekonomi melalui upaya strategis pemberdayaan kewirausahaan perajin, sehingga lebih berdaya saing dan bersinergi dengan semua pihak.
Ia berharap, tujuan Dekranasda tidak akan tercapai jika tidak ada saling mendukung dan kerja sama sinergitas program antara Dekranasda Provinsi dan kabupaten/kota se-Jatim.
“Diharapkan setiap permasalahan yang menghambat upaya pengembangan kerajinan di Jatim dapat segera mendapatkan solusi yang pada akhirnya dapat meningkatkan daya saing produk kerajinan yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Jatim,” tutupnya. (wob)