Liga Futsal Surabaya 2019
Garuda Emas FC Kantongi Modal Kemenangan Jelang Big Match Kontra Pelabuhan III FC
SURABAYA, SURYAKABAR.com – Garuda Emas FC kokoh di puncak klasemen sementara Liga Futsal Surabaya (LFS) 2019, setelah di matchday kedelapan menang 2-0 (1-0) atas Prambanan Swardz FC di Surabaya Futsal Center (SFC), Sabtu (26/1/2019) petang.
Kemenangan ini menjadi modal bagi Garuda Emas FC untuk melakoni big match melawan Pelabuhan III FC, Minggu (27/1/2019).
Tim asal kawasan Ampel ini kini mengumpulkan 20 poin atau unggul satu poin dari Pelindo III FC. Hanya saja, Garuda Emas FC sudah bermain delapan kali, sedang Pelindo III FC baru bertanding tujuh kali. Pelindo III FC menyisakan satu laga tunda menghadapi Godbless FC yang akan digelar, Kamis (31/1/2019).
Turun dengan kekuatan penuh, Garuda Emas FC lebih banyak mengendalikan permainan. Banyak peluang dimiliki Ali Alhamid dkk. Namun, lemahnya finishing membuat tim asuhan duet pelatih Agie Renata dan Rizky Febrianto itu hanya mampu mencetak satu gol di babak pertama.
“Dari hasil pertandingan sesuai target, karena kami bisa meraih tiga poin. Tetapi dari permainan, pemain masih membuang banyak peluang. Finishing masih menjadi kendala,” kata Agie Renata, Pelatih Garuda Emas FC kepada suryakabar.com usai pertandingan.
Pertandingan berjalan tiga menit, Damar Yudistira Wicaksana mencetak gol pertama Garuda Emas FC. Unggul 1-0 Garuda Emas FC berupaya menambah gol. Kecepatan permainan Garuda Emas FC mampu diimbangi pemain Prambanan Swardz FC. Hingga babak pertama berakhir skor 1-0 untuk keunggulan Garuda Emas FC.
Gol kedua Garuda Emas FC dicetak Chairil Usman ‘Dede’ Ohorella menit 25.
Beberapa detik menjelang pertandingan berakhir pemain Garuda Emas FC Haris Nur M membuat blunder. Haris mengumpan bola ke belakang. Padahal, di lini pertahanan tidak ada rekannya. Justru yang ada pemain Prambanan FC, Yoga Galih Prakoso.
Bola langsung dikuasai Yoga Galih dan tinggal berhadapan dengan kiper Garuda Emas FC. Namun, Yoga Galih gagal menaklukkan kiper Garuda Emas FC.
“Saya kira di belakang masih ada rekan saya, ternyata kosong,” kata Haris Nur. (es)