Sulap Sandal Jepit, Ibu Rumah Tangga Ini Omzetnya Tiap Bulan Segini
SIDOARJO, SURYAKABAR.com – Siapa sangka dari berjualan sandal, ibu rumah tangga di Sidoarjo meraup keuntungan jutaan rupiah perbulannya.
Bermodalkan keterampilan Tin Harnanik (44) menyulap sandal jepit biasa menjadi barang bernilai tinggi yang diminati konsumen hingga mancanegara. Dari sekadar iseng mengisi waktu luang kini kerajinan sandal tersebut mampu menjadikan mata pencaharian tambahan bagi keluarga.
Sandal jepit umumnya dipakai sebagai alas kaki ketika waktu santai atau kegiatan non formal . Hampir semua lapisan masyarakat memakainya, karena terkesan santai produk ini juga murah harganya.
Dipasaran sandal jepit dijual Rp 5.000 hingga Rp 15.000 per pasang. Melihat hal tersebut muncullah ide untuk menghias sandal japit agar mempunyai nilai tinggi dan terlihat eksotis ketika dipakai.
“Ide awalnya muncul sekitar 4 tahun yang lalu ketika saya melihat sandal jepit dengan model yang sedang tren saat ini yakni sandal karakter kartun, lantas saya browsing di internet lalu muncul ide membuat sandal jepit hias agar terlihat menarik,” kata Tin Harnanik di rumahnya Perumahan Citra Fajar Golf Blok A3000/B3036 Desa Gebang Kecamatan Kota Kabupaten Sidoarjo, Kamis (8/11/2018).
Percobaan awal, Tin Harnanik hanya menghias alasnya saja dengan kain katun Jepang dan batik, namun setelah dimodifikasi kini sandal japit ditambah dengan ornamen bunga di atasnya, sehingga terlihat indah bila dilihat.
Bahan baku yang dibutuhkan juga gampang dicari, sehingga memudahkan Tin untuk berkreasi sesuai dengan permintaan pasar. “Bahan bakunya tentu saja sandal japit, kain katun Jepang dan batik, dacron untuk hiasan bunga, pita dan lem,” tambahnya.
Kain katun atau batik yang sudah dipotong sesuai ukuran sandal lantas ditempelkan dengan lem di atas permukaan sandal. Selanjutnya ditambahi hiasan bunga dari dacron dan di tempel pita di sekeliling sandal. Proses akhir yakni dengan melilit jepitan kaki dengan pita agar semakin cantik. Sandal- sandal ini dijual mulai harga Rp 25.000 untuk ukuran anak-anak dan Rp 45.000 untuk ukuran dewasa.
Untuk pemasaran, awalnya ibu tiga anak ini menjual di kaki lima seputaran jalan Gading Fajar Sidoarjo. Namun atas inisiatif putra putrinya pemasaran kini melalui online instagram dan facebook.
Ternyata respons dari konsumen cukup banyak, sehingga dirinya tak kuasa menolak ketika sebuah gallery seni di Bali memintanya rutin mengirim sandal hias produknya.
Bahkan permintaan juga datang dari seorang konsumen Jerman yang meminta 12 pasang sandal. Selain di Bali, produknya juga dikirim ke Palembang, Bau-Bau, Medan, dan Lamongan. Kini dirinya yang hanya dibantu satu putri dan satu orang karyawan mampu memproduksi sandal 100 pasang per minggu.
Produknya yang diberi label Anies Craft kini mempunyai omset berkisar Rp 10 juta perbulan. Dirinya masih berharap kepada pihak terkait agar membantu usahanya dengan menggulirkan bantuan modal agar semakin berkembang. “Saya berharap dapat bantuan modal agar usaha saya bisa berkembang lebih besar lagi,” pungkasnya. (wob)