Atlet Difabel Ikut Turnamen Tenis Meja Trimitra Cup IV 2018
SIDOARJO, SURYAKABAR.com – Minimnya kejuaraan tenis meja di Kabupaten Sidoarjo, membuat animo peserta yang mengikuti Turnamen Tenis Meja Trimitra Cup IV 2018, Minggu (4/11/2018) membeludak.
Turnamen yang dikhususkan untuk usia 35 ke atas ini dibanjiri peserta hingga 250 orang dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Turnamen yang sudah ke empat kalinya diadakan sebuah perusahaan di kawasan industri Kecamatan Gedangan Sidoarjo ini mempertandingkan empat divisi yakni Divisi 3, 4, 5 dan 6.
Pembagian divisi ini berdasarkan kemampuan masing-masing peserta yang mengikuti turnamen. Misalnya bila salah seorang peserta tergolong mahir akan masuk di Divisi 3 atau Divisi 4. Sedangkan bila peserta baru saja menekuni tenis meja dimasukkan ke dalam Divisi 5 atau 6 dengan kata lain masih pemula.
Priyanto Hari Purnomo, Ketua Panitia sekaligus penggagas turnamen mengatakan, turnamen ini semata-mata dibuat untuk memfasilitasi pecinta tenis meja kalangan umur agar bisa berkompetisi di tingkat regional.
Selain itu dirinya juga ingin menyalurkan hobi tenis meja agar tidak hanya dilihat pada lomba 17 Agustus saja tapi memiliki wadah yang bisa mengekspresikan kecintaan pada dunia tenis meja di Sidoarjo. “Alhamdulillah peserta sampai 250-an orang dan turnamen ini semata-mata kami buat agar pecinta tenis meja bisa bersilaturahmi antar-pemain,” ujar Priyanto.
Dalam turnamen ini masing masing divisi menyediakan hadiah total Rp 4,5 juta. “Jangan dilihat dari besarnya hadiah yang disediakan, tetapi turnamen ini lebih mengedepankan aspek silaturahmi bagi pecinta tenis meja,” tambah Priyanto.
Yang menarik dari turnamen ini yakni keikutsertaan atlet difabel Andre Budi Santoso. Meski tergolong difabel dirinya pernah mengikuti seleksi untuk Asian Paragames 2018.
Andre hanya menempati peringkat ke-3 se-Indonesia dan gagal memperkuat Indonesia di Asian Paragames 2018, karena yang berhak ikut yakni peringkat 1 dan 2.
Meski begitu dirinya tidak berkecil hati, karena masih ada kesempatan untuk mengikuti turnamen lainnya di Indonesia. “Waktu seleksi itu saya kalah dan menduduki peringkat ketiga, tetapi tidak apa saya masih diberi kesempatan mengikuti turnamen lainnya,” kata Andre.
Turnamen yang digelar dua hari, Sabtu-Minggu (3-4/11/2018) hanya mempertandingkan nomer tunggal sedangkan untuk nomer double belum ditandingkan, karena keterbatasan tempat. (wob)