Menulis Kini Jadi Ladang Bisnis yang Menjanjikan, Itu yang Diungkapkan Dua Wartawan Senior

SURABAYA, SURYAKABAR.com – Mungkin sebagian orang tidak pernah memperkirakan, jika kemampuan menulis di era dunia digital saat ini sangat penting untuk menjadikan ladang bisnis yang menjanjikan. Sebab, bisnis saat ini sangat membutuhkan writerpreneur (wirausaha di bidang menulis) untuk menulis produk maupun usaha jasa agar lebih menarik, ketika dimuat pada media online maupun media sosial.

Hal ini yang disarankan Ir Okky Tri Hutomo, M IT salah satu sosok Tecnopreneur dan Founder Ustadsiana.com, saat berbagi tips dan pengalaman untuk bisa menjadi writerpreneur atau jurnalis pada talkshow di pameran Umrah, Haji dan Muslim Lifestyle di City of Tomorrow Mall Surabaya, Minggu (23/9/2018).

“Punya banyak barang, tapi tidak bisa menulis tentang barangnya. Padahal dari design barang sudah bagus, tapi mereka tidak bisa bercerita tentang produknya. Maka sulit untuk bisa menjual barang tersebut. Oleh karena itu, penting untuk bisa menulis,” ujarnya.

Ia menjelaskan, bagi seorang writerpreneur semua bisnis adalah pangsa pasar, karena mereka bisa menceritakan apa yang saat ini menjadi bisnisnya melalui tulisan ke berbagai media maupun media social.

“Yang dilakukannya adalah menulis tentang produk agar lebih diketahui. Salah satu caranya adalah dengan pancingan-pancingan judul agar lebih menarik dan tidak terkesan iklan,” ujarnya.

Menurutnya, masyarakat saat ini sebetulnya bisa mengembangkan ekonominya sendiri, karena adanya internet dan media sosial. “Hanya orang malas menulis saja sulit berkembang ekonominya. Anda perlu tahu, medsos diciptakan untuk orang yang rajin menulis,” tambahnya.

Pengguna media sosial di dunia saat ini mencapai 3,5 miliar dan sebagian yang paling banyak menggunakan facebook. Indonesia masih menempati peringkat keempat sebagai pengguna internet terbesar di dunia. “Kenapa ini tidak menjadi pasar kita,” tegasnya.

Sementara itu, Makin Rahmat, wartawan senior yang juga pengurus PWI Jawa Timur mengungkapan, untuk memulai menulis, tidaklah sulit, asal rajin membaca, sesuai tuntunan agama Islam. “Iqro’, bacalah,” katanya.

Selain itu, untuk menjadi penulis yang baik, harus diawali dengan rasa kejujuran, karena menulis juga mengungkapkan apa yang dilihat dan didengar dengan jujur menjadi suatu tulisan yang menarik untuk dibaca.

Menurutnya, tidak sulit untuk menemukan obyek menarik untuk ditulis. Hal tersebut bisa dilakukan saat bersantai maupun belanja di mall.

“Mengawali tulisan harus dengan kejujuran. Tulisan harus jujur, kalau sudah terbiasa, lalu menulis pengalaman-pengalaman,” ujarnya. (mer)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *