ITS Kirim Tim untuk Identifikasi Rumah Korban Gempa Lombok

SURABAYA, SURYAKABAR.com – Menanggapi bencana gempa bumi berkekuatan 7.0 skala richter di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (5/8/2018), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya akan mengirimkan Tim Gabungan dari Departemen Teknik Sipil guna membantu masyarakat setempat yang terdampak. Tim gabungan ini nantinya akan mengidentifikasi rumah warga setempat untuk dilakukan renovasi kembali.

Prof Ir Priyo Suprobo MS PhD selaku Ketua Lab Beton Teknik Sipil ITS mengatakan, Tim Gabungan yang akan dikirimkan ini merupakan bagian dari Pusat Studi Kebumian Bencana dan Perubahan Iklim (PSKBPI) ITS. Rencananya, dari 10 orang yang berada di PSKBPI ITS, empat orang akan terjun langsung ke lapangan. Keempat orang tersebut yakni Ir Faimun MSc PhD, Dr Wahyuniarsih, Dr Endah Wahyuni dan Chandra Irawan ST MT.

Dosen yang biasa disapa Probo ini menjelaskan, tugas Tim Gabungan ITS ini nantinya membantu masyarakat setempat mengevaluasi rumah-rumah mereka. Akan dipetakan mana rumah yang masih layak huni, rumah yang harus diperkuat dan mana rumah yang berbahaya atau sudah tidak boleh ditempati. “Di sana nantinya kami akan menggandeng tim dari Unram (Universitas Mataram) sebagai partner kami dalam membantu masyarakat setempat,” ujar mantan Rektor ITS ini, Senin (6/8/2018).

Pria yang juga menjabat sebagai ketua Senat Akademik ITS ini mengatakan, selain membantu masyarakat setempat dalam mengevaluasi rumah-rumah mereka, kunjungan tim gabungan ITS juga bertujuan membagi pengalaman, pengetahuan dan menyosialisasikan kepada masyarakat bagaimana tentang membangun rumah dengan struktur tahan gempa.

Tim gabungan dari Departemen Teknik Sipil ITS nantinya juga akan memberikan software yang bernama Rapid Visual Screening ITS (R.V. SITS) kepada tim dari Unram. “Software ini berfungsi untuk mitigasi bangunan tahan gempa, yang bisa mengetahui sebuah konstruksi lemah terhadap gempa atau tidak,” tuturnya.

Sementara itu, Faimun selaku Ketua Tim Gabungan berharap, nantinya alat tersebut bermanfaat bagi masyarakat di sana melalui Unram sebagai perwakilan atas hibah software tersebut. “Karena software ini harus dijalankan oleh ahli, jadi tidak bisa masyarakat langsung yang mengoperasikannya,” tandasnya.

Tim Gabungan ITS rencananya diberangkatkan, Rabu (8/8/2018), karena saat ini ITS masih menunggu konfirmasi pasti dari pihak Unram untuk mendampingi. “Pihak Unram saat ini masih berfokus dengan keluarga mereka masing-masing di sana, kita (tim ITS) akan terjun selama tiga hingga empat hari di sana,” ujarnya. (mer)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *