Ratusan Guru SD dan SMP dapat Pelatihan Penguatan Pendidikan Karakter dari PT CPFI

SIDOARJO, SURYAKABAR.com – Ratusan guru SD dan SMP sederajat serius mengikuti pelatihan penguatan pendidikan karakter yang diselenggarakan PT. Charoen Pokphand Indonesia Tbk melalui Charoen Pokphand Foundation Indonesia (CPFI) di ruang Jupiter l The Sun Hotel Sidoarjo, Rabu (1/8/2018).

Program bakti pada guru dengan pengembangan diri bagi guru yang “IDEAL” (Inspiratif, Dedikatif, Empatik, Ber-Akhlak mulia dan Berbudi Luhur) itu, materinya khusus tentang pendidikan karakter bekerjasama dengan Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang.

“CSR yang disalurkan Charoen Pokphand kebanyakan 95 persen untuk pendidikan, tapi kami tidak pernah menyentuh guru, kebanyakan menyentuh infrastruktur, beasiswa,” ungkap Regional Head Charoen Pokphand Jawa Timur Benjamin Limi, Rabu (1/8/2018).

Dia menambahkan, seiring kondisi sosial dan kemajuan teknologi sekarang ini, perlu adanya pendidikan karakter anak. Nah, dalam acara ini, pihaknya sengaja menggandeng guru. Alasannya, karena yang menjadi penentu siswa itu pintar dan berkarakter adalah guru, setelah orang tua.

“Makanya, kami ingin membantu program pemerintah yang khususnya dicanangkan Jokowi, membentuk siswa berkarakter. Sebelum membentuk siswa berkarakter, kami bantu untuk memberikan tenaga pendidik yang juga berkarakter,” jelas Benjamin.

Benjamin menerangkan, program CSR dapat memberikan dampak nyata kepada masyarakat terutama dari tenaga pendidikan. “Dari acara CSR terasa di masyarakat, terutama di bidang guru. Guru bisa menjadi sarana di masyarakat,” imbuhnya.

Benjamin berharap, setelah dua hari mengikuti program ini, para guru akan mendapatkan pembekalan dan pelatihan metode terkini yang dapat diaplikasikan dengan kegiatan belajar mengajar di sekolah untuk membangun karakter positif siswa.

Sementara itu di tempat yang sama, Bupati Sidoarjo H. Saiful llah mengapresiasi program CSR untuk pendidikan karakter guru ini. Dia yakin program ini dapat mencetak generasi-generasi bangsa yang cerdas dan berkarakter.

“Nah, sekarang ini saya bersyukur pendidikan karakter itu diajarkan dalam rangka mencerdaskan anak. Sepinter apapun karakter itu harus dinomor satukan,” tandasnya Saiful. (pn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *