Surabaya Kota Terakhir Djarum Sirnas 2018

JAKARTA – Djarum Sirkuit Nasional (Djarum Sirnas) kembali bergulir di delapan kota sepanjang 2018. Purwokerto, Jawa Tengah menjadi persinggahan pertama, dan Kota Surabaya merupakan kota terakhir rombongan peserta Djarum Sirnas 2018.

“Tahun ini Djarum Sirnas kembali akan berlangsung di delapan kota yang sudah kami tentukan, yang tentunya dari masing-masing kota yang terpilih sudah dipastikan siap menggelar Djarum Sirnas 2018 dengan sukses,” ujar Sekretaris Jenderal PP PBSI, Achmad Budiharto, dalam siaranpersnya, Selasa (13/3/2018).

Bertajuk Djarum Sirnas Premier Li-Ning Jawa Tengah Open 2018, katanya, turnamen ini telah dimulai, Senin (12/3/2018) dan akan berlangsung hingga, Sabtu (17/3/2018) di GOR Satria, Purwokerto. Selain menjadi seri pembuka, Purwokerto menjadi seri pertama Djarum Sirnas Premier dari empat seri yang bakal bergulir di kota lainnya, yakni Jakarta Pusat (DKI Jakarta), Tasikmalaya (Jawa Barat), dan Surabaya (Jawa Timur).

Dia menjelaskan, persaingan antar pebulutangkis muda maupun dewasa dari masing-masing klub tanah air akan tersaji di ajang yang menyediakan hadiah total Rp 370 juta. Sebanyak 849 peserta dari berbagai nomor di kategori usia pemula/U-15, remaja/U-17, taruna/U-19, dan dewasa, telah mempersiapkan diri untuk menjadi yang terbaik.

Lebih lanjut dia mengatakan, ada sedikit perubahan peraturan yang diterapkan pada Djarum Sirnas tahun ini, diperbolehkannya pemain tunggal bermain rangkap dengan catatan naik tingkat. Misalnya, tunggal Remaja Putri boleh merangkap di tunggal Taruna Putri dan tunggal Taruna Putra/Putri boleh rangkap di tunggal Dewasa Putra/Putri.

“Untuk tahun ini ada tambahan peraturan, dari nomor tertentu boleh bermain rangkap dengan catatan harus naik tingkat. Khususnya di sektor tunggal putri, karena berdasarkan pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya sektor tersebut lebih sedikit pesertanya dibanding sektor lain. Jadi kami memutuskan untuk menerapkan aturan baru bagi peserta untuk bisa bermain rangkap di kategori usia yang berbeda,” paparnya.

Tujuan diterapkan aturan itu, terangnya, selain untuk menambah persaingan, juga bisa dijadikan sebagai ajang ukur kemampuan para atlet sejauh mana bisa bersaing dengan senior-seniornya. (*)

Kota Pelaksanaan Djarum Sirnas 2018:
1. Purwokerto (12-17 Maret – Sirnas Premier)
2. Pekanbaru (23-28 April)
3. Denpasar (9-14 Juli)
4. Tasikmalaya (23-28 Juli – Sirnas Premier)
5. Makassar (6-11 Agustus)
6. Jakarta (10-15 September – Sirnas Premier)
7. Balikpapan (1-6 Oktober)
8. Surabaya (12-17 November – Sirnas Premier)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *