Sedulur Marhaenis Surabaya Respons Positif Program Kerakyatan Gus Ipul-Puti
SURABAYA, SURYAKABAR.com – Program pasangan calon (Paslon) Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno mendapat respons positif masyarakat. Sedulur Marhaenis Surabaya menilai program yang diluncurkan paslon nomor urut dua ini menguntungkan masyarakat tingkat bawah.
“Banyak program yang menguntungkan masyarakat bawah. Kita sangat senang,” kata Noviana Suprajitno, Sedulur Marhaenis Surabaya, Jumat (23/2/2018).
Saat ini, ujar Novi, program yang diperkenalkan Gus Ipul-Puti di antaranya Dik Dilan (Pendidikan Digratiskan Berkelanjutan), Satria Madura (Satu Triliun untuk Madura), Desa Cemara (Desa Cerdas Maju Sejahtera), Tebar Jala (Pusat Ekonomi Baru Jalur Selatan), dan Madin Plus Berkelanjutan. Kemudian PKH (Program Keluarga Harapan) Super, Mas Metal (Masyarakat Melek Digital)’, dan Seribu Dewi (Seribu Desa Wisata).
PKH Super diciptakan untuk melengkapi Program Keluarga Harapan (PKH) yang dikembangkan Presiden Jokowi. Kata super dibubuhkan demi memberi tambahan-tambahan layanan. Yakni, pemberian modal usaha untuk perempuan miskin melalui Jalin matra Plus, pemenuhan gizi untuk masyarakat miskin, dan Kartu Jatim Sehat bagi keluarga yang belum terlindungi jaminan kesehatan nasional.
Mas Metal merupakan komitmen Gus Ipul-Mbak Puti untuk melahirkan inovasi-inovasi digital di berbagai bidang, antara lain pertanian, kelautan, pendidikan, dakwah, kesehatan, perdagangan, dan industri. Caranya dengan memperluas jaringan internet di Jawa Timur, memperluas literasi digital di masyarakat, hingga meningkatkan partisipasi publik untuk pengawasan tata kelola pemerintahan bersih dan transparan berbasis digital.
Seribu Dewi diluncurkan untuk memperkuat pariwisata dan mencorong terciptanya ratusan ribu lapangan pekerjaan baru.
Pasangan Gus Ipul-Mbak Puti berkomitmen menciptakan 1.000 desa wisata baru berbasis budaya, alam, reliji, agro, dan maritim. Juga memfasilitasi kelompok sadar wisata (Pokdarwis) dengan pelatihan manajerial, digital marketing, dan akses modal usaha. “Sangat jelas kan pengembangannya untuk masyarakat bawah,” ujar Novi. (arf)