Piala Presiden 2018
Begini Komentar Pelatih Arema FC dan Sriwijaya FC Usai Bentrok di Perempat Final
SOLO – Habis sudah tim dari Jawa Timur di pentas Piala Presiden 2018. Ini setelah, juara bertahan Arema FC menelan kekalahan 1-3 dari Sriwijaya FC Palembang di babak perempat final di Stadion Manahan Solo, Minggu (4/2/2018) malam.
Arema FC menyusul Persebaya dan Madura United yang langkahnya juga kandas di perempat final. Satu lagi tim dari Jawa Timur, Persela Lamongan malah gagal lolos dari babak penyisihan.
Melawan Sriwijaya FC, sebetulnya Singo Edan Arema FC berpeluang unggul lebih dulu menit 62. Namun eksekusi penalti Dedik Setiawan yang mengarah ke sisi kiri diblok kiper Teja Paku Alam. Penalti diberikan wasit, setelah Bio Paulin dinilai mendorong Dedik Setiawan hingga jatuh di dalam kotak penalti.
Bio Paulin akkhirnya membayar kesalahannya dengan mencetak gol menit 67 lewat tandukan memanfaatkan bola lambung sepak pojok Adam Alis.
Berselang empat menit, pemain belia Syahrian Abimanyu menggandakan keunggulan Sriwijaya FC dari tendangan bebas.
Arema kembali mendapat penalti menit 83. Kali ini striker Ahmad Nur Hardianto yang dipercaya menjadi algojo. Tendangan keras Ahmad Nur Hardianto menjebol gawang Teja Paku Alam untuk mengubah kedudukan menjadi 2-1 untuk keunggulan Sriwijaya FC.
Alberto ‘Beto’ Goncalves kembali memperlebar keunggulan Sriwijaya FC menjadi 3-1 lewat gol yang dicetaknya menit 86. Kemenangan Sriwijaya FC 3-1 bertahan hingga pertandingan bubar.
Kemenangan ini membawa Sriwijaya FC lolos ke semifinal menghadapi Bali United. Semifinal lainnya mempertemukan PSMS Medan melawan Persija Jakarta. Pertandingan semifinal menggunakan format kandang dan tandang.
“Kalah, apalagi dengan skor 1-3 tentu hasil yang tidak kami harapkan, tidak sesuai dengan yang diperkirakan,” ucap Joko Susilo, pelatih Arema FC.
“Dua gol dari skema bola pasif SFC, membuat kami sedikit kacau. Ditambah sebelumnya penalti tidak masuk,” urai Joko Susilo.
Pelatih Sriwijaya FC, Rahmad Darmawan menyebut kegagalan penalti Arema FC menjadi titik balik bagi permainan timnya.
“Di babak kedua kami mulai merespons dengan baik. Tapi tiba-tiba terkena hukuman penalti. Beruntung penalti itu tidak bisa dimaksimalkan. Di situlah saya kira titik balik SFC. Kami bisa keluar dari kesulitan, menciptakan beberapa peluang yang kemudian bisa diefektifkan menjadi gol,” tutur Rahmad Darmawan.
RD, panggilan Rahmad Darmawan juga memuji kerja keras tim asuhannya. “Saya harus mengapresiasi kerja pemain. Mereka mau berubah di babak kedua, bermain dengan tempo tinggi dan tidak mengalami penurunan fisik,” tandasnya. (es)