Sulap Drum Bekas jadi Mebel, Penghasilan Pemuda Ini Setiap Bulan, Woooooo

Memanfaatkan drum bekas sebagai bahan baku utama, seorang warga Desa Sukorejo Kecamatan Buduran Kabupaten Sidoarjo menyulapnya menjadi barang-barang mebel seperti meja dan kursi. Dari usahanya ini dirinya mampu mendapatkan keuntungan bersih Rp 30 juta hingga Rp 40 juta setiap bulan.

Terletak di antara tempat pembuangan sampah Desa Sukorejo Kecamatan Buduran, terdapat bengkel kecil milik Febri Ardiansyah (25). Di bengkel kecil inilah dirinya bersama tujuh karyawannya membuat berbagai pesanan mebel yang berbahan baku utama drum bekas.

Drum-drum bekas oli, tinta dan minyak goreng ini dipotong dan dilas sesuai bentuk kursi maupun meja atau sesuai pesanan.

Setelah dibentuk, drum-drum ini dipoles. Selanjutnya dicat sesuai selera pemesan. Untuk mempercantik meja maupun kursi, lantas diberi dudukan spon dan kaca agar enak dipakai duduk.

Satu set terdiri dari dua kursi panjang, satu kursi kecil dan satu meja. Febri mematok harga Rp 900 ribu hingga Rp 2,6 juta.

Karena memanfaatkan bahan bekas dan harganyapun murah serta cantik bentuknya, banyak konsumen yang memesan meja dan kursi untuk dijadikan tempat duduk di rumah. Sejak April 2017, Febri mampu menembus pasar Bali bahkan hingga Malaysia dan Singapura.

”Bentuknya bagus Mas dan pastinya harganya pun murah serta bisa pesan warna sesuai keinginan saya,” ujar Faizah Ismawati calon konsumen yang khusus datang untuk memesan mebel dari drum bekas ini.

Bahan baku yang melimpah dan mudah didapat membuat usaha Febri terus berkembang. Drum-drum bekas didapat dari pasar loak di Surabaya maupun pabrik-pabrik yang banyak terdapat di Sidoarjo.

”Saya memesan drum-drum ini dari pasar loak dan pabrik yang ada di Sidoarjo. Jadi saya tidak kesulitan mendapatkan bahan baku drum bekas,” ujar Febri saat ditemui suryakabar.com di bengkelnya, Senin (8/1/2018).

Pemuda 25 tahun yang keluar dari PT PAL Indonesia untuk selanjutnya menekuni usaha mebel daur ulang ini berharap usahanya terus berkembang dan bisa dijadikan panutan untuk peduli terhadap lingkungan dengan mendaur ulang sampah untuk dijadikan barang yang berguna. (wo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *