Peringati HKN, Universitas Muhammadiyah Surabaya Gelar Senam Ibu Hamil
SURABAYA, SURYAKABAR.com – Mahasiswa D3 Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya mengisi Hari Kesehatan Nasional (HKN) yang jatuh, Minggu (12/11/2017) dengan bakti sosial. 100 Ibu hamil dari berbagai wilayah di Surabaya didatangkan ke kampus. Ibu hamil ini kemudian mengikuti pemeriksaan, senam, serta menandatangani petisi.
Dekan FIK UM Surabaya Dr. Mundzakir mengatakan, tema HKN tahun ini adalah Sehat Keluargaku Sehat Indonesiaku. Budaya hidup sehat, lanjut dia, perlu ditumbuhkan sejak dini. Untuk itu, bakti sosial yang diadakan mahasiswa kebidanan ini cukup relevan dengan tema HKN 2017. Pihaknya menghadirkan 100 ibu hamil dengan usia kandungan minimal 5 bulan.
“Ini juga program lanjutan Sahabat Keluarga (Saga). Mahasiswa punya tanggungan layanan kesehatan ke masing-masing keluarga, utamanya ibu-ibu hamil,” kata Dr Mundzakir ditemui di UM Surabaya, Minggu (12/11/2017).
Dia menjelaskan, mahasiswa menekankan kepada ibu hamil agar sadar menjaga kesehatan dengan rutin memeriksakan kandungan. “Kami adakan pemeriksaan menggunakan USG secara gratis. Dengan begitu ibu hamil tahu perkembangan bayi di dalam kandungan,” tuturnya.
Berikutnya, kata Mundzakir, ibu hamil ini juga diingatkan untuk memberikan ASI ekslusif pasca melahirkan. Hal ini karena masih rendahnya angka pemberian ASI kepada bayi di Surabaya. Angkanya masih di bawah 50 persen. Padahal target yang diberikan di atas 80 persen.
Banyak faktor yang menyebabkan rendahnya pemberian ASI. Salah satu faktor adalah kurangnya dukungan dari suami. “ASI itu kaya akan zat imun yang dibutuhkan bayi. Suami harus ikut mendukung, jangan hanya mengandalkan susu formula,” tegasnya.
Salah satu ibu hamil yang datang ke UM Surabaya adalah Eka Sugiatini. Perempuan yang tinggal di Dukuh Kupang ini tengah hamil 7 bulan. “Saya diberitahu mahasiswa sini ada bakti sosial kepada ibu hamil, jadi ikut pemeriksaan,” ungkapnya.
Dia berharap, kelahiran anak ketiga ini berjalan normal. “Anak pertama dan kedua lewat operasi, karena masalah pinggul yang sempit,” imbuhnya. (arf)