Pasangan Sapi “Hajar Bos” Juara Festival Karapan Sapi dan Rebut Piala Bergilir Presiden RI

PAMEKASAN, SURYAKABAR.com – Festival karapan sapi di Stadion Soenarto Hadi Widjojo Pamekasan, Minggu (29/10/2017) berlangsung meriah. Tampil sebagai juara sekaligus merebut Piala Bergilir Presiden RI yakni pasangan sapi berjuluk Hajar Bos milik Haji Ova dari Pamekasan.

Capaian ini merupakan peningkatan prestasi bagi pasangan sapi Hajar Bos, setelah musim lalu menempati posisi runner up.

Tahun ini runner up disabet pasangan sapi, Panter milik Dolfakih asal Bangkalan, sedangkan peringkat ketiga dimenangi sapi berjuluk Jetmatic II milik Haji Sahid, asal Sampang.

Sementara juara di kelompok kalah direbut sapi berjuluk Naga Emas milik H.M Thohir asal Bangkalan. Runner up menjadi milik sapi berjuluk Jetmatic milik H.Ahmad Hakiki asal Sampang dan peringkat ketiga sapi berjuluk Gagak Rimang milik Haji Mohammd Thohir asal Bangkalan.

“Hadiah juara kelompok menang mendapat satu buah mobil minibus, dan juara kelompok kalah mendapat satu buah mobil pick up. Hadiah itu langsung diberikan dan telah diterima masing-masing pemilik sapi yang menang,” kata Kepala Bakorwil IV Pamekasan, Dr H Indra S Ranuh M.Si, Minggu (29/10/2017).

Menurutnya, karapan sapi kali ini ditonton kedutaan tiga negara, Jepang dan Tiongkok dan Amerika Serikat.

Pasangan sapi yang memperebutkan Piala Bergilir Presiden RI 2017 kali ini sebanyak 24 pasangan. Mereka itu merupakan pemenang dari empat kabupaten di Madura, yakni Sumenep, Pamekasan, Sampang, dan Bangkalan.

Ia menambahkan, ke-24 pasangan sapi kerap yang bersaing dalam festival karapan sapi kali ini adalah peraih juara tingkat kabupaten, dari empat kabupaten yang ada di Pulau Madura.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pamekasan, Akhmad Sjaifudin mengatakan, ajang tahunan warga Madura ini diawali pertunjukan tari kolosal pecot yang dibawakan ratusan seniman dan budayawan Madura serta pelajar di Kabupaten Pamekasan.

Akhmad menjelaskan karapan sapi memperebutkan Piala Bergilir Presiden RI atau “Karapan Gubeng” merupakan puncak pagelaran seni budaya Madura yang biasa digelar setelah musim panen tembakau.

Selain karapan sapi, juga ada kontes kecantikan sapi “sapi sono” serta pagelaran seni budaya Madura dalam acara “Kemilau Madura”.

“Sapi ini, merupakan peliharaan mayoritas masyarakat Madura, dan sapi ini juga yang menginspirasi rakyat Madura melahirkan seni budaya, seperti karapan sapi ini,” urai Akhmad. (mer)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *