Berita Banyuwangi
Menteri Pariwisata Luncurkan Geopark Run Series 2026-2027, Ijen Geopark Run di Banyuwangi jadi Titik Awal, Dijadwalkan 23 Agustus 2026
JAKARTA, SURYAKABAR.com – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus mendorong dan mendukung pengembangan geopark di Indonesia, termasuk Geopark Ijen.
Untuk mendorong pengembangannya, Kemenpar akan menggelar Geopark Run Series. Ijen Geopark Run akan menjadi titik awal event yang bakal diikuti ribuan pelari tersebut.
Hal itu disampaikan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana saat meluncurkan Geopark Run Series 2026-2027 yang dihadiri langsung Bupati Banyuwangi Ipuk Festiandani di Jakarta, Jumat (22/5/2026).
Selain Banyuwangi, ajang sport tourism nasional ini juga akan digelar di Minang, Ciletuh, dan Belitong. Banyuwangi menjadi lokasi pembuka rangkaian Geopark Run Series melalui Ijen Geopark Run yang dijadwalkan pada 23 Agustus 2026.
Ajang ini diproyeksikan menjadi bagian dari penguatan sektor sport tourism sekaligus promosi kawasan Geopark Ijen.
Banyuwangi dipilih karena dinilai memiliki kesiapan destinasi, infrastruktur, serta pengalaman dalam menggelar event berskala nasional maupun internasional.
Menpar Widiyanti mengatakan, Geopark Run Series merupakan rangkaian kegiatan sport tourism berskala nasional bahkan internasional yang mengangkat potensi destinasi geopark Indonesia melalui olahraga lari.
“Inisiatif ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat pengembangan sport tourism di Indonesia,” ujar Widiyanti.
Menurut dia, konsep Geopark Run Series mengintegrasikan olahraga lari dengan promosi destinasi geopark serta pemberdayaan masyarakat sekitar melalui sektor ekonomi kreatif dan pariwisata.
“Sport tourism menjadi salah satu sektor yang memiliki potensi besar bagi Indonesia. Selain meningkatkan kunjungan wisatawan, kegiatan ini juga memperpanjang lama tinggal wisatawan dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui sektor akomodasi, kuliner, hingga UMKM,” katanya.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Banyuwangi sebagai tuan rumah dan titik awal dari Geopark Run Series.
“Terima kasih atas kepercayaan Menpar. Tentu ajang ini menjadi kesempatan bagi Banyuwangi untuk semakin memperkenalkan potensi sport tourism dan kekayaan alam daerah kepada khalayak luas,” ujar Ipuk.
Ia menambahkan, Banyuwangi memiliki pengalaman panjang dalam penyelenggaraan event olahraga berbasis wisata.
Sejumlah agenda sport tourism rutin digelar di daerah tersebut, mulai balap sepeda internasional hingga lomba lari. Termasuk tahun kemarin Ijen Gren Trail Run 2025.
Pengembangan sport tourism juga dilakukan di berbagai site Geopark Ijen lainnya, termasuk di TN Alas Purwo. Sejumlah event seperti Duathlon Alas Purwo, Alas Purwo Jungle Run, hingga Alas Purwo Geopark Green Run telah digelar di kawasan tersebut.
“Tidak hanya lari, kami juga mengembangkan sport tourism lain seperti sepeda downhill hingga ajang balap sepeda internasional Tour de Banyuwangi Ijen yang digelar di kawasan Geopark Ijen,” ujarnya.
Ketua Pelaksana Geopark Run Series 2026-2027, Ihsan Ramadhi Putra, menjelaskan, Ijen Geopark Run di Banyuwangi menjadi seri pembuka dalam rangkaian Geopark Run Series.
Registrasi peserta dibuka mulai 22 Mei hingga 19 Juli 2026. Pengambilan race pack collection (RPC) dijadwalkan pada 21-22 Agustus, sedangkan race day berlangsung pada 23 Agustus 2026 di Banyuwangi.
Setelah dari Banyuwangi nantinya dilanjut Minang Geopark Run (Race Day 1 November), Ciletuh Geopark Run (Race Day 17 Januari 2027), dan Belitong Geopark Run (Race Day 18 April). (*)

