Pendidikan
Perkuat Kemitraan Global Unesa, Dosen PAUD Jalani Staff Mobility di Kazakhstan

SURABAYA, SURYAKABAR.com – Dosen Program Magister Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Wulan Patria Saroinsong tengah menjalani program staff mobility di Abay Myrzakhmetov Kokshetau University (AMKU), Kazakhstan.

Program ini berlagsung selama satu semester dengan skema blended, atau satu bulan kegiatan luring di Khazakhstan dan tiga bulan sisanya secara daring.

Selama berada di AMKU satu bulan, Wulan menjadi narasumber pada Departemen Pedagogi dan Psikologi yang berlangsung pada 30 Januari 2026.

Wulan menyampaikan materi bertajuk “Negosiasi dan Penyelesaian Konflik dalam Perspektif Psikologi”, yang mendapat antusiasme dari mahasiswa setempat.

Baca Juga:  Unesa dan MRPTNI Gagas Pembelajaran Adaptif Tanggap Bencana di Sumatera dan Aceh

Kepakarannya di bidang psikologi pendidikan dan kesehatan mental mahasiswa membuat materi tersebut relevan dengan kebutuhan akademik di universitas tersebut.

Wulan mengatakan, ia tidak hanya mengajar di prodi psikologi dan pendidikan, namun juga di bidang international relations. Hal itu didukung pengalamannya sebagai kepala seksi international Research and Staff Mobility di Unesa.

Fakultas Psikologi Unesa bersama AMKU juga akan memperluas kerja sama melalui pengembangan program double degree sebagai upaya memperkuat jaringan akademik internasional di bidang psikologi pendidikan.

Baca Juga:  Partisipasi Kuliah di Indonesia di Bawah 32 Persen, Wamendiktisaintek Siap Perluas Akses

Program staff mobility ini sejalan dengan komitmen Unesa dalam mendukung target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) dan SDG 17 (Partnerships for the Goals).

Program ini berkontribusi langsung pada peningkatan kualitas pendidikan melalui kolaborasi global sekaligus memperkuat kemitraan internasional sebagai bagian dari upaya peningkatan peringkat Unesa pada THE Impact Rankings, sesuai arahan Rektor Unesa Nurhasan atau Cak Hasan dan selaras dengan Program Prioritas Bidang 4 yang dipimpin Dwi Cahyo Kartiko, profesor Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK).

Baca Juga:  FK Unair Perluas Kerja Sama Internasional di Bidang Radiologi dengan Universiti Kebangsaan Malaysia

“Mahasiswa Kazakhstan sangat menghormati dosennya, perbedaan dengan di Indonesia hanya pada bahasa. Proses pembelajaran tetap berbasis pada keunikan setiap mahasiswa,” ujar Wulan.

Wulan juga tengah menjalankan sejumlah agenda riset bersama para akademisi AMKU. Ia terlibat dalam skema IRN pendanaan Unesa, kolaborasi melalui skema Spencer, serta menyiapkan desain program pertukaran dosen melalui Erasmus.

Selain itu, ia dan tim juga menyiapkan kurikulum untuk program dual degree antara Departemen Psikologi Pendidikan AMKU dengan Unesa.

Dalam kunjungan akademik tersebut, Wulan turut berbagi pengalaman internasionalnya, mulai dari Malaysia, Korea Selatan, Jerman, hingga Tiongkok. Ia juga megungkapkan kesan unik saat pertama kali merasakan musim dingin di Kazakhstan.

Wulan menilai suasana akademik di AMKU sangat positif. Ia mengapresiasi kerja departemen dan layanan mobilitas akademik yang dinilainya profesional, ramah, dan antusias dalam menyambut kolaborasi dengan Unesa. (aci)