Piala Asia Futsal 2026
Timnas Futsal Indonesia Kembali Ukir Sejarah, Lolos ke Final Piala Asia Futsal 2026, Singkirkan Jepang di Semifinal

JAKARTA, SURYAKABAR.com – Timnas Futsal Indonesia kembali mengukir sejarah di pentas Piala Asia. Setelah mengukir sejarah lolos ke semifinal untuk pertama kali, Timnas Futsal Indonesia melanjutkan langkahnya menorehkan sejarah lolos ke final untuk pertama kali di Piala Asia.

Kepastian itu setelah di semifinal Timnas Indonesia menang 5-3 (3-3) atas Jepang lewat perpanjangan waktu di Indonesia Arena Jakarta, Kamis (5/2/2026) malam.

Tampil disaksikan ribuan penonton yang memadati Indonesia Arena, M Iqbal dkk menampilkan pressing ketat sejak menit awal.

Jepang yang memiliki pengalaman dengan meraih empat kali juara Piala Asia (2006, 2012, 2014 dan 2022) kesulitan meladeni permainan ngeyel dan pantang menyerah Samuel Eko dkk. Kiper Ahmad Habiebie kembali tampil cemerlang seperti di laga semifinal.

Peluang pertama Jepang menit 3 lewat Uchimura Shunta bola mengenai kiper Habiebie. Indonesia memiliki peluang menit 5 dari Yogi Saputra bola kena kiper Tabuchi Hiroshi. Berselang satu menit tendangan M Iqbal ditepis kiper Tabuchi dan menghasilkan sepak pojok.

Tendangan Harada Kokoro menit 9 dari sisi kiri menyilang ke tiang dua mengenai tiang gawang dan bola keluar lapangan.

Jual beli serangan terjadi. Giliran Syauqi Saud memiliki peluang menit 10 saat terjadi kemelut di mulut gawang Jepang. Bola tendangan Syauqi mengenai pemain Jepang.

Baca Juga:  Timnas Futsal Indonesia Ukir Sejarah, Pertama Kali Tembus Semifinal Piala Asia Futsal, Singkirkan Vietnam di Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

Pemain Bintang Timur Surabaya (BTS) Samuel Eko akhirnya memecah kebuntuan dengan mencetak gol pembuka Indonesia di laga ini menit 11.

Jepang berpeluang menyamakan kedudukan menit 16, namun bola tendangan Kapten Tim Shimizu Kazuya mengenai tiang dua dan out.

Babak pertama menyisakan waktu 53 detik, Samuel Eko yang berhasil melewati dua pemain di jantung pertahanan Jepang, bola tendangan kaki kirinya kena kiper. Babak pertama berakhir dengan skor 1-0.

Babak kedua Indonesia membuka peluang saat laga baru berjalan satu menit lewat M Iqbal. Bola umpan Israr Megantara yang dilepas dari sisi kiri mengarah ke mulut gawang diteruskan M Iqbal, namun bola mengenai kaki kiper Tabuchi dan menghasilkan tendangan penjuru.

Indonesia menggandakan keunggulan 2-0 menit 22. Bola tendangan Ardiansyah Nur dari sisi kanan mengarah ke tiang dua. Motoishi Takehiro bermaksud menghalau bola, namun bola mengenai ujung kaki Motoishi dan masuk ke gawang sendiri.

Baca Juga:  Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia U-17 untuk Menghadapi Tiongkok U-17

Serangan Indonesia kembali menghasilkan peluang menit 26. Bola dari Rio Pangestu diakhiri tendangan Syauqi dan ditepis kiper Tabuchi. Berselang beberapa detik, bola tendangan jarak jauh Wendi ICK mengenai mistar gawang dan out.

Upaya Jepang menipiskan ketinggalan terwujud menit 30 yang dicetak Motoishi. Sebenarnya, bola tendangan Motoishi sempat mengenai kaki kiper Habiebie, namun bola bergulir pelan masuk ke gawang. Skor berubah 2-1 untuk keunggulan Indonesia.

Indonesia berpeluang menambah gol menit 32. Ini terjadi setelah bola tendangan Harada Kokoro di jantung pertahanan Jepang mengenai Firman Adriansyah. Bola kemudian dikuasai Firman dan ditendang, namun berhasil ditepis kiper Tabuchi.

Pertandingan semakin menegangkan, menyusul lahirnya gol penyama kedudukan Jepang 2-2 menit 34 yang dicetak Shimizu Kazuya.

Babak kedua menyisakan waktu satu menit 38 detik, Firman Adriansyah membawa Indonesia unggul 3-2 memaksimalkan assist Samuel Eko.

Jepang langsung merespons dengan melakukan powerplay dan menempatkan Shimizu sebagai kiper terbang. Head coach Indonesia, Hector Souto menempatkan Dewa Rizki, Rio Pangestu, Ardiansyah Nur dan M Iqbal untuk meredam powerplay Jepang.

Babak kedua menyisakan waktu 38 detik, Jepang mendapat tendangan penalti titik satu, setelah M Iqbal handsball di dalam circle.

Tendangan penalti Shimizu berhasil menjebol gawang Indonesia untuk menyamakan kedudukan 3-3 yang bertahan hingga waktu pertandingan normal berakhir dan membuat pertandingan harus dilakukan lewat perpanjangan waktu.

Babak pertama perpanjangan waktu berlangsung alot. Keberhasilan Reza Gunawan memotong umpan Arai Yusei di jantung pertahanan Jepang saat babak pertama perpanjangan waktu menyisakan 44 detik berhasil dimaksimalkan Reza Gunawan menjadi gol untuk mengubah skor menjai 4-3.

Baca Juga:  Timnas Futsal Indonesia Juara Grup, Hadapi Vietnam di Perempat Final Piala Asia Futsal 2026, Ini Hasil Pertandingan dan Klasemen Akhir

Jepang kembali merespons dengan melakukan powerplay. Awalnya kiper terbang diisi Arai Yusei kemudian diganti Shimizu.

Keberhasilan Dewa Rizki merebut bola menit 47 berhasil dimaksimalkan menjadi gol sekaligus mengubah skor menjadi 5-3. Dari garis tengah, Dewa Rizki melepas tendangan bola bergulir masuk ke gawang Jepang yang kosong.

Babak kedua perpanjangan waktu menyisakan 1 menit 4 detik Jepang mendapat penalti titik satu, setelah kiper Ahmad Habiebie menjatuhkan Motoishi Takehiro di dalam circle.

Pelatih Hector Souto merotasi kiper Habiebie dan menempatkan M Nizar sebagai penjaga gawang untuk membendung tendangan penalti ini.

Shimizu yang kembali dipercaya menjadi algojo tendangan penalti, bola tendangannya melambung di atas mistar gawang. Hingga perpanjangan waktu berakhir tidak ada lagi gol tercipta.

Di laga final, Sabtu (7/2/2026) Indonesia menghadapi Iran yang pada laga semifinal lainnya menang 4-2 atas Irak.

Dari 17 kali penyelenggaraan Piala Asia Futsal, Iran tercatat 13 kali merebut juara yakni, 1999, 2000, 2001, 2002, 2003, 2004, 2005, 2007, 2008, 2010, 2016, 2018 dan 2024.

Sejauh ini baru dua negara yang berhasil merebut juara Piala Asia Futsal. Satu tim lainnya yakni Jepang empat kali juara pada 2006, 2012, 2014 dan 2022. (es)