Berita Kota Malang
Puncak 1 Abad NU di Malang Diprediksi Diikuti Ratusan Ribu Peserta, Ini Imbauan KAI untuk Pelanggan Kereta di Stasiun Malang
MALANG, SURYAKABAR.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya mengimbau para pelanggan kereta api untuk memperhatikan waktu keberangkatan KA, serta merencanakan perjalanan dengan baik menuju Stasiun Malang pada 7–8 Februari 2026. Ini seiring dengan pelaksanaan Peringatan Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) yang dipusatkan di Stadion Gajayana, Kota Malang.
Kegiatan keagamaan berskala nasional tersebut diperkirakan akan dihadiri ratusan ribu jemaah dari berbagai daerah. Kondisi ini berpotensi menimbulkan peningkatan kepadatan lalu lintas serta penerapan rekayasa dan penutupan sejumlah ruas jalan di kawasan pusat kota, termasuk akses menuju Stasiun Malang.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menyampaikan, imbauan ini merupakan langkah antisipatif untuk memastikan pelanggan tetap dapat melakukan perjalanan kereta api dengan aman, nyaman, dan tepat waktu.
“Kami mengimbau seluruh pelanggan kereta api, khususnya yang akan berangkat dari Stasiun Malang pada tanggal 7 dan 8 Februari 2026, agar merencanakan perjalanan dengan baik menuju Stasiun Malang. Langkah ini penting untuk mengantisipasi terlambat datang ke stasiun dan tertinggal naik KA akibat potensi kepadatan lalu lintas karena adanya rekayasa lalu lintas sejumlah ruas jalan selama pelaksanaan Harlah 1 Abad NU,” ujar Mahendro.
Adapun ruas jalan yang direncanakan ditutup selama kegiatan berlangsung antara lain Jalan Pahlawan Trip, Ijen, Retawu, Wilis, Semeru, Welirang, Lawu, Merapi, Buring, Guntur, Sumbing, serta kawasan Taman Slamet.
Penutupan tersebut diperkirakan berdampak pada kelancaran arus kendaraan dari berbagai arah menuju Stasiun Malang.
Sebagai alternatif, KAI Daop 8 Surabaya menyarankan pelanggan untuk mempertimbangkan keberangkatan melalui Stasiun Malang Kota Lama.
Beberapa kereta api yang melayani keberangkatan dari stasiun tersebut antara lain KA Malabar, KA Matarmaja, KA Kertanegara, KA Brawijaya, KA Majapahit, dan KA Malioboro Ekspres.
Mahendro menegaskan, operasional perjalanan kereta api di wilayah Kota Malang tetap berjalan normal dan sesuai jadwal.
KAI memastikan seluruh layanan keberangkatan dan kedatangan kereta api dilaksanakan dengan mengutamakan aspek keselamatan, kenyamanan, dan ketepatan waktu.
“Pada akhir pekan, Stasiun Malang melayani rata-rata 2.700 hingga 3.000 pelanggan per hari dengan total 13 perjalanan kereta api yang berangkat setiap harinya. Oleh karena itu, ketepatan waktu pelanggan menjadi faktor penting agar perjalanan dapat berjalan lancar,” jelasnya.
Sebagai bentuk kesiapan layanan, KAI Daop 8 Surabaya telah melakukan koordinasi dengan pihak terkait serta menyiapkan berbagai langkah antisipatif guna menjaga kelancaran pelayanan kepada pelanggan selama berlangsungnya kegiatan masyarakat berskala besar di Kota Malang.
KAI juga mengingatkan pelanggan untuk selalu memantau informasi resmi terkait perjalanan kereta api melalui aplikasi Access by KAI, situs web kai.id, layanan Contact Center KAI 121, akun media sosial resmi KAI, serta pengumuman di stasiun.
“Melalui langkah proaktif ini, KAI berkomitmen menghadirkan layanan perjalanan kereta api yang andal. Kami mengajak pelanggan untuk mematuhi arahan petugas di lapangan dan mengutamakan keselamatan demi perjalanan yang aman, nyaman, dan tepat waktu,” tutup Mahendro. (abs)

