Nataru 2025/2026
RSUD dr Soetomo Surabaya Siagakan 80 Tim Medis On-Site dan Waspadai 10 Penyakit selama Libur Nataru
SURABAYA, SURYAKABAR.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Soetomo Surabaya menyiagakan 80 tim medis on-site dan 804 tenaga cadangan on-call menghadapi Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Direktur Utama RSUD dr Soetomo Prof Dr dr Cita Rosita Sigit Prakoeswa SpDVE SubspDAI FINSDV FAADV MARS mengatakan, pelayanan dari tenaga medis dan manajemen selama libur Nataru disiapkan mulai 25 hingga 28 Desember 2025, bertepatan dengan libur nasional dan akhir pekan.
Menurutnya, sebanyak 804 tenaga cadangan on-call tersebut terdiri dari manajemen 35 orang, pelayanan 529 orang, dan staf medis 240 orang.
“Untuk Nataru kami bersiap. Ada dokter, perawat, dan tenaga lain yang jaga on-site sebanyak sekitar 80 orang dalam sistem shift pagi, siang, sore, dan malam. Manajemen dan jajaran direksi turut disiagakan untuk memastikan respons cepat jika terjadi peningkatan kebutuhan layanan,” ujar Prof Cita dalam Konferensi Pers Siaga Nataru di RSUD dr Soetomo Surabaya, Selasa (23/12/2025).
Prof Cita menyebut, data empat tahun terakhir menunjukkan 10 besar penyakit yang ditangani saat libur Nataru didominasi kasus medis. Seperti anemia, gangguan elektrolit, mual, muntah, dispepsia, diabetes, dan hipertensi.
“Kasus bedah relatif jarang. Yang banyak justru penyakit medis, kemungkinan dipengaruhi pola makan dan kondisi tubuh saat liburan,” ungkapnya.
Masyarakat diimbau tetap menjaga kesehatan selama libur Nataru. Selain itu, cuaca yang tidak menentu berpotensi meningkatkan penularan flu, sedangkan pola makan yang tidak terkontrol dapat memicu gangguan kesehatan.
“Silakan berlibur, tapi jaga makanan dan kesehatan. Makanan kedaluwarsa juga harus diwaspadai karena bisa menimbulkan gangguan pencernaan,” katanya.
Prof Cita menjelaskan, khusus pasien dengan penyakit kronis, RSUD dr Soetomo telah menyediakan layanan pengambilan obat sebelum libur. Fasilitas poliklinik juga tetap disiapkan untuk pengambilan obat selama libur jika pasien belum sempat mengambil.
“Selama libur Nataru 2026, RSUD dr Soetomo menyiagakan dokter spesialis on-site dari bidang bedah, penyakit dalam, pediatri, paru, dan anestesi sebanyak lima orang per hari. Dokter spesialis lain seperti neurologi, bedah subspesialis, dermatologi, dan psikiatri disiagakan secara on-call,” jelasnya.
Selain itu, dokter PPDS, dokter umum, perawat IGD, ICU, NICU, kamar bedah, anestesi, radiografer, farmasi, calltaker, transporter, petugas registrasi, dan kasir tetap bertugas untuk menjaga kelangsungan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
“RSUD Dr Soetomo Surabaya menyiapkan layanan kesehatan selama libur Nataru dengan menyiagakan tenaga medis dan non medis secara penuh. Kesiapan ini dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan kunjungan pasien, terutama kasus penyakit medis yang rutin muncul saat periode libur panjang,” terangnya.
Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUD dr Soetomo Prof Dr dr Ahmad Suryawan SpA(K) menegaskan, pola kunjungan pasien saat Nataru dalam beberapa tahun terakhir relatif stabil. Mayoritas pasien yang datang bukan karena kecelakaan, melainkan penyakit metabolik dan gangguan medis lainnya.
“Empat tahun terakhir bukan kecelakaan yang dominan, tetapi penyakit medis, seperti gangguan elektrolit, dehidrasi, dan penyakit metabolik,” tegasnya.
Menurutnya, peningkatan kunjungan ke instalasi gawat darurat biasanya dipengaruhi tutupnya sejumlah klinik selama libur. Kondisi itu membuat pasien menumpuk di IGD RSUD dr Soetomo.
Meski demikian, ritme pelayanan saat Nataru dinilai tidak banyak berubah dibanding hari biasa. “Yang lebih mengubah ritme justru libur Lebaran karena lebih panjang. Kalau Nataru, relatif sama, hanya perlu antisipasi penumpukan karena layanan lain tutup,” pungkasnya. (aci)

