Pro Futsal League
Bintang Timur Surabaya Ditahan BJL 2000 Semarang, Ini Komentar Pelatih Bintang Timur Surabaya
SURABAYA, SURYAKABAR.com – Tuan rumah seri pertama Grup B Pro Futsal League (PFL) 2017, Bintang Timur Surabaya (BTS) gagal mengamankan poin penuh di laga pertama.
Tim asuhan Eko M Purbo ini dipaksa bermain imbang, 3-3 melawan BJL 2000 Shiba Semarang di GOR Unesa, Sabtu (11/2/2017).
Bahkan, Anza Rizal Restuian dkk sempat ketinggalan 0-2 hingga berakhirnya babak pertama. Dua gol BJL 2000 di babak pertama dicetak Ahmad Khoeron ketika pertandingan baru berjalan satu menit dan Denis Guna Bawana menit 13.
Pemain baru BTS musim ini, Reza Arlian memecah kebuntuan dengan mencetak gol pertama BTS menit 24. Berselang dua menit pemain PON Jatim, Andika Ricky Santoso sukses menyamakan kedudukan melalui tendangan bebas.
Berhasil menyamakan kedudukan, motivasi tanding pemain BTS makin meningkat. Menit 28 atau dua menit usai lahirnya gol kedua, BTS berhasil membalikkan keadaan seiring gol yang dilesakkan pemain Timnas Indonesia, Septiyan ‘Caca’ Dwi Chandra.
Unggul 3-2 permainan BTS lebih enjoy. Sementara BJL 2000 kendati tertinggal tetap enggan keluar daerahnya. Tim asuhan Wahyu Kocoy ini memilih tetap menunggu.
Sekitar tiga menit pertandingan seakan berhenti. Tiga pemain BTS, Adi Dwi ‘Owos’ Prasetyo, Anza Rizal dan Reza Arlian memainkan bola di daerahnya memancing pemain BJL 2000 keluar, sementara Mulhan Arufin berada di jantung pertahanan BJL 2000 menunggu kelengahan lawan. Namun, pemain BJL 2000 tetap tidak mau keluar daerah.
Setelah berlangsung sekitar tiga menit, perlahan-lahan pemain-pemain BJL 2000 berani keluar daerah. Pertandingan pun kembali berjalan normal.
Serangan silih berganti dilakukan kedua tim. BJL 2000 memanfaatkan kesalahan passing pemain BTS untuk menyamakan kedudukan menit 34 melalui Denis Guna Bawana.
“Pertandingan menarik. Kita sejak menit awal kehilangan konsentrasi, anak-anak bermain sedikit nervous dan itu bisa dimanfaatkan lawan menjadi gol,” ujar Eko M Purbo, Pelatih BTS menjawab wartawan usai pertandingan, Sabtu (11/2/2017).
Pada laga pertama ini, GOR Unesa hampir dipenuhi penonton. Mereka mayoritas pendukung BTS. Menurut Eko, tim asuhannya dalam lima menit pertama berada dibawah tekanan. Itu sebabnya, dia melakukan rotasi pemain dengan cepat.
“Kita belum bisa memanfaatkan sebagai tuan rumah. Hasil seperti ini saya kira kurang maksimal, meskipun teman-teman sudah berjuang keras,” imbuhnya. (rmd)