Asosiasi Trainer Indonesia Gelar Pra Kongres, Demi Menuju SDM Indonesia Unggul

SURABAYA, SURYAKABAR.com – Setelah sukses mendeklarasikan diri sebagai Asosiasi Trainer Indonesia (ATrI) pada 29 April 2019 di Surabaya, ATrI kembali menggelar acara Pra Kongres Asosiasi Trainer Indonesia di Hotel Yello Surabaya, Sabtu (24/8/2019).

Hadir 64 orang. Mereka datang dari berbagai penjuru Indonesia. Di antaranya dari Sulawesi Utara hingga Kalimantan Tengah.

Agenda Pra Kongres membahas visi dan misi, pemaparan AD/ART, memilih ketua asosiasi dan menyusun pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP), pemberian surat mandat dari ketua terpilih kepada calon ketua DPW (Propinsi), dan menetapkan pelaksanaan kongres dan pelantikan.

Dr. Muhammad Alkirom Wildan, SE., M.Si., penanggung jawab acara ini menuturkan, hari ini adalah penetapan berdirinya ATrI dan menyiapkan pelantikan pengurus saat kongres nanti. “Hasil pembahasan AD/ART, kode etik, struktur, visi dan misi akan dibawa ke kongres,” ungkap Wildan kepada media ini.

Dosen tetap Universitas Trunojoyo di Madura ini yakin secepatnya bisa menjadwal dan menyukseskan Kongres ATrI. “InsyaAllah kongresnya Nopember. Kami panitia dan para pendiri berharap bisa mendatangkan Pak Jokowi atau kementerian terkait,” pungkas pria berkacamata yang khas dengan rambut putihnya.

Sementara Nun Jamianto, SE., MM., Ketua Deklarator ATrI membeberkan alasannya mengapa memilih kata trainer sebagai key word. “Trainer itu orang yang punya ruang paling banyak ketemu masyarakat. Sehingga kalau ditrainer ini salah, maka cita-cita meningkatkan SDM pasti salah, gak bener,” ucap pria yang akrab disapa Cak Nun ini.

Cak Nun yang juga Direktur PT. Inzaghi Gigantara Solusindo Surabaya mengaku nekat dengan keberaniannya mendeklarasikan Asosiasi Trainer Indonesia. “Wani thok. Sejauh ini asosiasi trainer belum ada, kalau asosiasi instruktur ada,” jelas penggila sepak bola ini.

trainer
Para trainer anggota Asosiasi Trainer Indonesia hadir dari berbagai penjuru tanah air.

Di tempat terpisah Prof. Dr. Pribadiyono, MM., inisiator ATrI sekaligus Founder dan Owner PT. Quantum HRM Internasional berharap ATrI akan melakukan standardisasi kompetensi bagi trainer dan bagi peserta pelatihan.

“Outputnya adalah kemampuan kompetensinya, diakui tidak hanya nasional saja tapi diakui seluruh dunia. Artinya, jika mereka lulus uji kompetensi, siapapun yang akan bekerja di seluruh dunia berbasis ISO 17024 yaitu Personal Certification yang diakui dunia,” tutur dosen dan guru besar Ubhara kelahiran Jember ini.

Sedangkan Dr. Hary Soegiri, MBA., MSi., Dewan Pengarah Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) MSDM Universal mengatakan, ATrI ini organisasi baru yang nantinya akan menampung seluruh kelompok kategori trainer, terdiri dari para instruktur, supervisor, dosen, guru, widya iswara, direktur, manajer, para SDM dan praktisi yang bergerak bidang SDM.

ATrI juga akan menjadi wadah yang saling melaksanakan suatu kesepakatan dengan profesi, seorang trainer harus mengarah kepada kompetensi, suatu komitmen bersama dan juga profesionalisme.

“Saat ini di Indonesia, lembaganya sudah terakreditasi, tapi trainer atau SDM ada yang belum sertifikasi komptensi. Nanti akan ada kesamaan standard yang akan ditaati, disepakati bersama seluruh trainer sebagai pedoman standar sebagai seorang trainer,” ungkapnya saat wawancara.

Hary Soegiri juga mengiyakan, ATrI ini pertama dan satu-satunya Asosiasi Trainer di tanah air yang secara nasional dan lengkap menampung semua termasuk lembaga-lembaga training dan diklat. “Lembaga trainer belum ada. Hanya ada sempalan-sempalan organisasi dari trainer,” jawabnya kepada suryakabar.com. (hrd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *