Pendidikan
Wamendiktisaintek Fauzan Motivasi 1.486 Wisuwadan Universitas Adi Buana Surabaya
SURABAYA, SURYAKABAR.com – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Prof Dr Fauzan MPd memberikan motivasi kepada ribuan lulusan Universitas Adi Buana Surabaya dalam prosesi Wisuda Program Sarjana dan Magister Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026, Sabtu (3/10/2026).
Sebanyak 1.486 wisudawan mengikuti prosesi wisuda yang mengusung tema Edutechnopreneurship untuk Kampus Berdampak yang berlangsung selama dua hari di Graha Hasta Brata, Sabtu dan Minggu (3-4/10/2026).
Prof Fauzan mengatakan, para lulusan akan menghadapi berbagai permasalahan yang komplek setelah lulus, dan menuntut adanya kecepatan dalam mengambil keputusan.
“Itu harus disadari, sehingga berpikir bagaimana ketika dia menjadi mahasiswa tuntutannya jauh lebih besar karena kompleksitas persoalan semakin banyak,” ujarnya.
Prof Fauzan menegaskan, Kemendiktisaintek sempat mewacanakan penutupan program studi (prodi) di perguruan tinggi yang dinilai kurang relevan dengan arah kebutuhan ekonomi dan industri nasional.
Terutama, untuk mengatasi masalah ketidakcocokan (mismatch) antara jumlah lulusan dan keterserapan di dunia kerja.
Selain itu, kelebihan suplai lulusan di bidang ilmu sosial dan keguruan/ kependidikan, serta proyeksi surplus tenaga kesehatan di masa depan. Namun, hal itu diakui, Universitas Adi Buana Surabaya mampu mencetak dan meningkatkan kualitas guru.
“Kita tidak pernah berniat untuk menutup program studi. Saya kira Adi Buana memiliki sejarah panjang dan memang core bisnisnya di Keguruan, dan tidak bisa dipungkiri telah mencetak guru, serta menjadi salah satu perguruan tinggi yang bertanggung jawab untuk meningkatkan kualitas guru itu,” tegasnya.
Prof Fauzan mendorong para lulusan baru maupun calon tenaga pendidik untuk menjadi guru yang inovatif. Langkah strategis ini diambil guna mengatasi tantangan besarnya ketimpangan kuantitas lulusan sarjana pendidikan dan kebutuhan riil di lapangan kerja.
Menurutnya, fokus utama pengembangan bagi calon pendidik mencakup beberapa poin krusial. Pertama, melahirkan guru yang inovatif dan kreatif, yakni perguruan tinggi kependidikan didorong untuk melahirkan calon pendidik yang mampu mengevaluasi pendekatan pembelajaran.
Selain itu, guru masa depan diharapkan memiliki inovasi pengajaran yang menarik agar anak-anak dan remaja lebih tertarik mempelajari bidang keilmuan yang dianggap sulit, terutama sains fundamental dan teknologi.
“Maka, sebagai perwakilan dari Kementerian, tentu saja kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak ini (Adi Buana) yang telah sabar untuk mendidik, menyiapkan calon-calon tenaga pendidik supaya mereka memahami apa yang dia sampaikan, bukan untuk hidup hari ini tetapi apa yang dia sampaikan untuk hidup yang akan datang,” ungkapnya.
Di sisi lain, Kemendiktisaintek sedang mengkaji skema dan kebutuhan anggaran untuk merealisasikan rencana pendidikan gratis di sekolah negeri dan perguruan tinggi negeri (PTN) atas arahan Presiden Prabowo Subianto.
“Rencana pemerintah soal pendidikan gratis untuk PTN itu masih dicari solusi formatnya pastinya,” pungkasnya. (aci)



