Berita Sidoarjo
Musim Hujan Surabaya-Sidoarjo Diprediksi Mundur, Oktober Masih Didominasi Cuaca Kering

SIDOARJO, SURYAKABAR.com – Musim penghujan di Surabaya Raya diperkirakan mundur. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda memprediksi peluang hujan akan terjadi di bulan Oktober, namun masih relatif rendah dan belum merata.

Hujan diperkirakan bersifat lokal sehingga tidak seluruh kawasan Surabaya Raya akan mengalaminya secara bersamaan. Sebagian wilayah lainnya masih akan didominasi kondisi berawan atau cuaca kering.

Prakirawan BMKG Juanda Trya Chandra mengatakan, Oktober belum menunjukkan tanda kuat sebagai awal musim hujan di wilayah Surabaya Raya. Potensi hujan memang ada, tetapi intensitasnya cenderung ringan dan hanya terjadi di wilayah tertentu.

”Oktober nanti masih belum masuk musim hujan, kemungkinan ada tapi ringan dan lokal,” jelas Trya, Rabu (30/9/2026) siang.

Baca Juga:  Hujan Deras dan Angin Kencang Robohkan Tiang Listrik di Taman, Sidoarjo, Lalu Lintas Mojokerto–Surabaya Macet

Menurut dia, kondisi tersebut tidak terlepas dari pengaruh fenomena iklim global. Fenomena El Nino dan Indian Ocean Dipole (IOD) turut berkontribusi terhadap berkurangnya curah hujan di sejumlah wilayah, termasuk Jawa Timur.

Berdasarkan prakiraan BMKG Juanda, kondisi hujan dengan intensitas rendah juga masih berpeluang terjadi pada November 2026.

Baca Juga:  Gunung Semeru Kembali Keluarkan Suara Dentuman, Kenali Batas Aman di Sekitar Besuk Kobokan

Curah hujan pada bulan tersebut diperkirakan berada di bawah 50 milimeter per bulan sehingga belum menunjukkan kondisi musim hujan yang signifikan.

“Dengan kondisi itu, masyarakat Surabaya Raya masih perlu bersiap menghadapi periode kering yang lebih panjang. Perubahan pola hujan juga membuat hujan yang turun di suatu wilayah belum tentu terjadi di kawasan lainnya, meskipun lokasinya berdekatan,” jelasnya.

Baca Juga:  KAI Logistik Uji Coba Angkutan Hasil Pertanian dari Banyuwangi ke Jakarta, Buah Naga Jadi Muatan Perdana

Sementara itu, musim hujan diperkirakan mulai lebih terasa pada awal 2027. BMKG memprediksi puncak musim hujan di Jawa Timur berlangsung sekitar Januari hingga Februari 2027.

”Puncak musim hujan di Jawa Timur diprediksi mulai Januari 2027 hingga Februari 2027,” tutup Trya. (sat)