Konflik Timur Tengah Memanas, Keberangkatan Jemaah Umrah di Bandara Juanda Tetap Normal

SIDOARJO, SURYAKABAR.com – Keberangkatan dan kedatangan jemaah umrah di Bandara Internasional Juanda, Kabupaten Sidoarjo, masih terpantau normal, meskipun situasi di kawasan Timur Tengah terus memanas akibat konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.

Aktivitas di Terminal 2 bandara internasional tersebut terlihat berjalan seperti biasa, tanpa adanya pembatalan penerbangan secara massal.

Rombongan jemaah umrah tampak tetap berangkat menuju Jeddah, Arab Saudi, Senin (2/3/2026) siang. Mereka dijadwalkan terbang pukul 13.58 WIB dengan penerbangan langsung menggunakan maskapai Lion Air.

Para jemaah terlihat mengantre di konter check-in dan menjalani proses keberangkatan sebagaimana prosedur normal.

Di sisi lain, pintu kedatangan internasional juga dipadati keluarga penjemput jemaah yang baru tiba dari Jeddah.

Rombongan tersebut mendarat sekitar pukul 12.00 WIB, setelah terbang langsung dari Arab Saudi, Minggu (1/3/2026) malam pukul 21.00 waktu setempat.

Baca Juga:  Jemaah Umrah dari Bandara Juanda Tahun 2025 Meningkat 21 Persen

Suasana haru dan bahagia mewarnai pertemuan para jemaah dengan keluarga mereka. Salah satu jemaah, Tuminah (47), warga Blora, Jawa Tengah, mengaku sempat diliputi kekhawatiran ketika mendengar kabar konflik di Timur Tengah dari keluarganya di kampung halaman.

“Keluarga di Blora sempat menelepon dan bilang hati-hati, karena ada perang di Timur Tengah. Saya juga sempat khawatir,” ujarnya.

Namun, perempuan yang sehari-hari berprofesi sebagai penjual rempeyek itu bersyukur seluruh rangkaian ibadah umrahnya berjalan lancar hingga kembali ke Tanah Air.

“Alhamdulillah selama di sana ibadah tetap berjalan seperti biasa dan perjalanan pulang juga lancar sampai mendarat di Juanda. Tidak ada gangguan apa-apa,” katanya.

Baca Juga:  Bandara Juanda Layani 865 Ribu Penumpang Selama Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026

Direktur Utama PT Nabila Inti Persada, Genta Imam Sanjaya, mengatakan, jadwal keberangkatan jemaah di perusahaannya tetap berjalan sesuai rencana.

Menurut dia, seluruh persiapan keberangkatan sudah mencapai 100 persen, termasuk tiket pesawat, hotel, dan akomodasi di Tanah Suci.

“Untuk yang sudah terjadwal, kami tetap berangkat sesuai schedule karena seluruh biaya sudah disetorkan. Namun memang ada beberapa orang yang berencana menunda keberangkatan, karena mempertimbangkan situasi di Timur Tengah,” ujar Imam.

Ia menambahkan, pihaknya terus memantau perkembangan keamanan dan menunggu arahan resmi pemerintah, termasuk kemungkinan penerbitan travel warning apabila kondisi dinilai membahayakan penerbangan maupun keselamatan jemaah.

“Kami tentu berharap situasi di Timur Tengah kembali aman agar jemaah umrah bisa melaksanakan ibadah dengan khusyuk dan aman,” tutupnya.

Baca Juga:  KAI Daop 8 Surabaya Catat Penjualan Tiket Kereta Api Lebaran 2026 Capai 122.556 Tempat Duduk

Sementara itu, General Manager Bandara Internasional Juanda, Muhammad Tohir mengatakan, sehubungan dengan perkembangan situasi penutupan ruang udara di beberapa kawasan Timur Tengah, dirinya memastikan operasional penerbangan internasional, khususnya penerbangan umrah dari Bandara Internasional Juanda, tetap berada dalam status “Normal Operation”.

“Kami menegaskan aspek keselamatan, keamanan, dan pelayanan penerbangan merupakan prioritas utama. Untuk itu, kami terus melakukan koordinasi intensif dengan Lanudal Juanda, Otoritas Bandara, Maskapai, serta seluruh instansi terkait guna memastikan seluruh operasional penerbangan berjalan aman, tertib, dan sesuai dengan standar keselamatan penerbangan internasional yang berlaku,” jelasnya. (sat)